Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pencemaran Nama Baik
Ini Alasan Benny Ramdhani Sesalkan Penangkapan Robertus Robet oleh Kepolisian
2019-03-08 20:18:21
 

Benny Ramdhani saat hadir menjadi salah satu pembicara dalam acara 'Gatra Bicara' di Jakarta.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPP Bidang Organisasi Partai Hanura dan juga sebagai Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Jokowi-Ma'ruf Amin, Benny Ramdhani menyesalkan penangkapan aktivis serta dosen akademis, Robertus Robet oleh pihak kepolisian.

Penangkapan itu terkait 'nyanyian' Robertus Robet dalam orasi Aksi Kamisan yang digelar kelompoknya di kawasan Monas Jakarta pada 28 Februari 2019 lalu. Aksi Kamisan pekan ke-576 yang mengangkat tema 'Tolak Dwifungsi TNI' itu diduga menghina institusi, yakni ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Orasi nyanyian yel-yel itu, menurut Benny, Robertus Robet hanya sekedar memberikan kritik kepada ABRI, dimana saat itu seharusnya ABRI menjadi pelindung rakyat.

"Dia (Robertus) sekedar mengingatkan tentang sejarah kelam masa lalu dimana ABRI yang seharusnya menjadi pelindung rakyat, penjaga NKRI dan juga penjaga merah putih agar bendera putih tidak turun dari tiangnya, tetapi malah terjerumus kedalam politik kekuasaan," ujar Benny di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jum'at (8/3).

"Jadi kritik Robertus kepada ABRI pada saat itu, sedangkan ABRI saat reformasi kan sudah berubah menjadi TNI," jelasnya.

"Saya (dulu) juga termasuk aktivis 98 saat menggulingkan orde baru, karena itu juga bagian dari kritik terhadap ABRI yang terjerumus kedalam politik kekuasaan," katanya.

Selain menyesalkan, Benny juga menilai penangkapan itu keliru.

"Seratus persen aparat kepolisian terlalu berlebihan dan saya meyakini tuduhan yang melatarbelakanginya penangkapan itu yang dilakukan adalah keliru," cetusnya.

"Saya berharap beliau dibebaskan dan dihentikan kasus terhadap Robertus," tukasnya.

Sementara tanggapan sama juga dilontarkan oleh pihak-pihak yang menyayangkan penangkapan itu, seperti dari Koalisi Masyarakat Sipil, aktivis serta politisi muda Dahnil Simanjuntak, dan Ketua Umum Projo Budi Arie.

Sebelumnya, Robet ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi atas dugaan menghina TNI. Robet diduga melanggar Pasal 45 A ayat (2) jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP mengenai dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan/atau berita bohong (hoax), dan/atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Berikut narasi orasi 'nyanyian' Robertus Robet berupa yel-yel;

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Tidak berguna
Bubarkan saja
Diganti Menwa
Kalau perlu diganti Pramuka.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Pencemaran Nama Baik
 
  Hina Marga Silaban, Pemilik Akun Facebook Tiger Wong Dipolisikan
  Antara George Floyd dan Said Didu
  Said Didu Diperiksa Polisi, Ngaku Tidak Mengkritik, tapi Sampaikan Analisis Kebijakan
  Moeldoko Akan Polisikan Haidar Alwi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
  Terdakwa Ir Faaz Bantah Lakukan Penghinaan terhadap Wartawan Soegiharto Santoso
 
ads1

  Berita Utama
Wakapolri Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Penanganan Covid-19 dan PEN

Wahh Parah! Data Penerima Bansos Ternyata Belum Di-Update Sejak 2015

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kresna Sekuritas Resmi Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan dan TPPU

Israel dan Uni Emirat Arab Buka Hubungan Diplomatik, Tepi Barat Urung Dianeksasi, Palestina Sebut 'Pengkhianatan'

Pemprov DKI Jakarta Perpanjang PSBB Transisi Fase I dengan Pengetatan Kerumunan di Ruang Publik

Terungkap!! Dalang Pembunuhan Warga Negara Taiwan Juga Janjikan 'Tugas Lain'

Sesalkan Jokowi Teken PP 41/2020, PKS: Bisa Gerus Independensi KPK!

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2