Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
ISIS
ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
2019-03-24 15:37:58
 

Pejuang SDF telah mengibarkan bendera kuning mereka di Baghuz untuk merayakan kemenangan mereka.(Foto: AFP)
 
SURAIAH, Berita HUKUM - Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung AS mengatakan kelompok ISIS telah kehilangan pertahanan terakhirnya di Suriah, sekaligus mengakhiri "kekhalifahan" -nya.

Seorang juru bicara SDF menyatakan "100% kekalahan teritorial" yang diderita ISIS.

Kelompok jihadis itu pernah menguasai 88.000 km persegi (34.000 mil) tanah yang membentang di Suriah dan Irak.

Meskipun kehilangan wilayah teritori, kelompok ini masih dipandang sebagai ancaman keamanan utama yang mampu meningkatkan serangan di wilayah tersebut dan di seluruh dunia.

Aliansi SDF yang dipimpin Kurdi memulai serangan terakhirnya terhadap ISIS pada awal Maret, untuk menggempur sisa milisi yang bersembunyi di desa Baghuz di Suriah timur.

Aliansi itu terpaksa memperlambat serangannya setelah diketahui bahwa sejumlah besar warga sipil juga ada di sana, berlindung di gedung, tenda, dan terowongan.

Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan penghapusan total apa yang disebut kekhalifahan dan 100% kekalahan teritorial Isis [kelompok ISIS]," ujar Bali, kepala kantor media SDF, dalam cuitannya di Twitter.

"Pada hari yang unik ini, kami memperingati ribuan martir yang upayanya memungkinkan kemenangan."

A map showing the shrinking IS territory in Syria

Pejuang SDF telah mengibarkan bendera kuning mereka di Baghuz untuk merayakan kemenangan mereka, menurut laporan dari tempat kejadian.

Tetapi terlepas dari jatuhnya Baghuz, ISIS sama sekali tidak terkalahkan.

Para pejabat AS percaya bahwa ISIS mungkin memiliki 15.000 hingga 20.000 pendukung bersenjata yang aktif di wilayah tersebut, banyak dari mereka dalam sel-sel yang tertidur, dan diperkirakan akan kembali memberontak ketika berusaha membangun kembali.

Bahkan ketika kekalahannya di Baghuz sudah dekat, ISIS merilis rekaman audio yang menantang dari juru bicaranya Abu Hassan al-Muhajir, menyatakan bahwa kekhalifahan belum selesai.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > ISIS
 
  ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
  Ketua DPR Minta Aparat Keamanan Indonesia Respons Terukur Ancaman ISIS
  'Serangan Senjata Kimia Pertama' dalam Pertempuran Lawan ISIS di Mosul
  Ancaman Kelompok Pro-ISIS Filipina terhadap Indonesia
  PBB Khawatir Hubungan Boko Haram dengan ISIS Makin Meningkat
 
ads

  Berita Utama
Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

 

  Berita Terkini
 
BW: Keterangan Saksi Anas 02 dan Anas 01 Sama

Petani Plasma Sawit Minta Menko Maritim Membantu Hapus Pungutan Ekspor CPO

Jepang dan Indonesia Jalin MoC di Bidang Ketenagakerjaan

Ternyata, Jokowi Pernah Teken PP Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama dengan BUMN

MK akan Percepat Putusan Sengketa Pilpres Menjadi Kamis 27 Juni

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2