Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Hubungan SBY-Surya Paloh Ganjal Duet Anies-AHY? Pengamat: Di Politik Tidak Ada Musuh Abadi
2021-06-15 11:59:52
 

Anies-AHY.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Cerita masa lalu antara Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh hanya menjadi lembaran sejarah.

Politik tidak mengenal permusuhan abadi. Begitu pun pada pertemanan yang juga tidak pernah abadi dalam politik.

Begitu kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menanggapi spekulasi bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak akan mendapat dukungan dari Partai Nasdem karena hubungan SBY dan Surya Paloh yang merenggang.


"Dalam politik tak ada kawan dan perseteruan abadi. Hanya kepentingan yang abadi," kata Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/6).

Adi menyebutkan sudah banyak contoh dari dinamisnya politik. Di mana teman menjadi lawan atau teman yang putus nyambung menjadi lawan hingga kembali berkawan.

"Politik kita serba cair. perbedaan politik bisa berubah drastis menjadi pertemanan politik," tandasnya.

Dikabarkan bahwa langkah AHY untuk bisa melaju bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024 dengan menumpang kendaraan Demokrat, PKS, dan Nasdem akan kandas.

Melihat hasil Pemilu 2019, koalisi tiga partai ini memenuhi ambang batas pencapresan 25 persen suara nasional. Nasdem (9,05 persen), PKS (8,21 persen) dan Demokrat (7,77 persen).

Dua dari tiga partai tersebut merupakan barisan luar pemerintah. Sementara Nasdem walau di dalam koalisi, acapkali berseberangan dengan partai lain.

Namun demikian hubungan Surya Paloh dengan SBY dinilai akan menjadi ganjalan. Hubungan SBY dan Surya Paloh tidak sebaik Anies-AHY.

Pada Pilpres 2004, Surya Paloh dan Media Group yang dipimpinnya mendukung penuh SBY.

Tapi setelah menang, seperti dalam buku "Surya Paloh Sang Ideolog" karya Usamah Hisyam, Surya Paloh kecewa karena SBY tidak memenuhi janji.

Janji yang dimaksud adalah, SBY menjanjikan Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Janji kedua, memberikan penghargaan bintang jasa kepada Surya Paloh sebagai penggerak civil society atas peranannya membantu dampak tsunami Aceh.(RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Pertemuan SBY dan Surya Paloh, Konfirmasi Koalisi Pemerintah Pecah?
  Disebut Layak Maju Pilpres, Firli: Mohon Jangan Ganggu Saya dengan Wacana Capres
  Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Harus Lewat Keputusan Politik dan Revisi UUD
  Wakil Ketua MPR sayangkan pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia
  Anies dan Ganjar Diantara Partai Pengusung
 
ads1

  Berita Utama
Lebih Baik Kemenag Tidak Menolak Penambahan 10,000 Kuota Haji Indonesia Oleh Pemerintah Saudi

Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penerbitan Perppu Akan Lebih Cepat Dibanding Revisi UU Pemilu

Anggota DPR Soroti Alokasi PMN Garuda Sebesar Rp7,5 Triliun

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Realisasi Defisit APBN Tahun 2022 di Angka 4,5 Persen

Lebih Baik Kemenag Tidak Menolak Penambahan 10,000 Kuota Haji Indonesia Oleh Pemerintah Saudi

Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2