Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Gorontalo
Hengki Maliki Minta Kejaksaan Tinggi Usut Dugaan Postbidding Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo
2019-09-26 23:14:36
 

Aktivis Gorontalo - Hengki Maliki saat berkunjung ke kantor Jaksa Agung RI di Jakarta.(Foto: Istimewa)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Terkait pelaksanaan pekerjaan Pengembangan Daerah Irigasi Lomaya dan Daerah Irigasi Pilohayanga, diduga ada indikasi korupsi, Proyek berbanderol Rp. 34.735.479.000,- yang dimenangkan PT. DAS Konstruksi Nusantara itu diduga kuat terjadi postbidding, baik postbidding dokumen pengadaan dan postbidding dokumen penawaran, Pengalihan pekerjaan berpotensi melanggar larangan postbidding dokumen penawaran.

Aktivis kenamaan Gorontalo, Hengki Maliki mengatakan bahwa, "Jika penyedia pelaksana pekerjaan ternyata tidak menggunakan kompetensi dan spesifikasi teknis yang ditawarkan ini adalah postbidding, Sifat aturan pasal 79 ayat 2 jelas sekali adalah larangan, Untuk itu kontrak yang ditandatangani tidak boleh melanggar larangan ini. Jika tetap dilakukan kontrak yang ditandatangani, maka akan berpotensi tidak memenuhi asas hukum berkontrak. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1320 ayat Jo.1337 menentukan bahwa para pihak tidak bebas untuk membuat perjanjian yang menyangkut causa yang dilarang oleh Undang-Undang. Causa atau sebab itu halal apabila tidak dilarang oleh Undang-Undang dan tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. Akibat hukum perjanjian yang berisi sebab yang tidak halal adalah perjanjian itu batal demi hukum", ungkap Hengki, Kamis (26/9).

Status batal demi hukum mengakibatkan perjanjian dianggap tidak pernah ada. Atas status ini semua pihak (PPK dan Penyedia) tidak berhak mendapatkan keuntungan atas perikatan yang dianggap tidak ada.

Sisi lain yang berpotensi dilanggar atas praktik pengalihan pekerjaan ini adalah ketentuan “Subkontrak”.

Subkontrak harus memenuhi ketentuan yang telah diatur dalam dokumen pengadaan dan mengacu pada ketentuan Perpres 54/2010 (yang sudah direvisi Perpres 16 tahun 2018). Pasal 87 ayat 3 dan 4 jelas menyebutkan bahwa : (3) Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama berdasarkan Kontrak, dengan melakukan subkontrak kepada pihak lain, kecuali sebagian pekerjaan utama kepada penyedia Barang/Jasa Spesialis. (4) Pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi berupa denda yang bentuk dan besarnya sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Dokumen Kontrak.

"Bagaimana jika ternyata ini bukan pengalihan pekerjaan atau subkontrak ??
Apakah melimpahkan atau menguasakan penandatanganan kontrak dilarang ??
Untuk itu kita harus melihat pasal 87 ayat 5 dan 6. Pada ayat (5) Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas nama Penyedia Barang/Jasa adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar Penyedia Barang/Jasa, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan pada pasal (6) Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dapat menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa", tambahnya.

Dari pasal ini maka dapat kita pilah syarat sah penandatanganan kontrak adalah terpenuhinya keabsahan penerima kuasa dan pemberi kuasa, sebagai berikut :

Penerima kuasa yang sah adalah :

1. Direksi yang namanya tertuang dalam akta pendirian/anggaran dasar.

2. Pengurus Perusahaan.

3. Tenaga Kerja Tetap Perusahaan.

Sedangkan Pemberi kuasa yang sah adalah :

1. Direksi yang namanya tertuang dalam akta pendirian/anggaran dasar.

2. Pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.

Pada akhirnya kombinasi syarat sah penandatangan kontrak dari sisi penyedia sesuai pasal 86 ayat 5 dan 6 adalah :

1. Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar Penyedia Barang/Jasa.

2. Pengurus badan usaha yang mendapat kuasa dari Direksi

3. Pengurus badan usaha yang mendapat kuasa dari pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

4. Pengurus badan usaha yang mendapat pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi

5. Pengurus badan usaha yang mendapat pendelegasian wewenang yang sah dari pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

6. Karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap yang mendapat kuasa Dari Direksi.

7. Karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap yang mendapat pendelegasian wewenang yang sah dari pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.

Dari pantauan lapangan Tim investigasi Media ini menemukan bahwa pelaksana pekerjaan adalah pihak lain yang diduga bukan merupakan bagian dalam perusahaan dan berhak didelegasikan sebagai pelaksana pekerjaan.

"Sehingganya Kami meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo segera memanggil dan memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, Kasatker PJPA, PPK Irigasi dan Rawa II, serta Direktur PT. DAS Konstruksi Nusantara sebagai pemenang tender yang diduga kuat melakukan pelanggaran administrasi kontrak postbidding dokumen pengadaan dan postbidding dokumen penawaran, fakta integritas, serta adanya dugaan persekongkolan dalam pelaksanaan pekerjaan," tutup Hengki Maliki.(bh/ra)




 
   Berita Terkait > Gorontalo
 
  Anggaran Dinas Pertanian Membengkak Hingga Rp 71 Milyar, Ketua DPRD Boalemo Katakan Begini
  Hujan Cuma Sebentar, Desa Pilolalenga Tergenang Air Bercampur Sampah
  Tim Alap-Alap Polres Gorontalo Kota Bekuk Pelaku Penembakan Panah Wayer di Jalan Bali
  Bupati Nelson Beri Ucapan Selamat kepada Suharso Monoarfa
  Dedy Hamzah: Presiden BEM Harusnya Memiliki Gedung dan Fasilitas Sendiri
 
ads1

  Berita Utama
Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program

Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara

Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi

BTN Terindikasi Pemalsuan Dokumen PKB, SP BTN Dikawal ACTA Lapor ke Bareskrim

 

ads2

  Berita Terkini
 
Capaian Kinerja 60 Hari Jaksa Agung dan Rakernas Kejaksaan

Yang Diharapkan Dari Platform Indonesiana

Polemik UU KPK, BEM Trisakti Dukung Penyelesaian Secara Konstitusional

NATO: Pertengkaran Trump dan Trudeau, 'Kamu Bermuka 2' Warnai Pertempuan Puncak 70 Tahun Pakta Pertahanan

Anton Tabah: Hendropriyono Konyol Kalau Samakan FPI dengan DI/TII

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2