Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Hasil Survei Indomatrik Merilis Elektabilitas Prabowo Sudah Pepet Jokowi
2019-02-15 15:23:32
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Lembaga survei Indomatrik merilis hasil elektabilitas capres/cawapres hingga akhir Januari 2019. Hasilnya, elektabilitas capres No Urut 02 Prabowo Subianto sudah mendekati capres petahana No Urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Survei dilakukan pada 21 sampai 26 Januari 2019, di mana jumlah sampel sebanyak 1.800 responden dengan margin of error +/- 2,8 % pada tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat wawancara tatap muka.

Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah Desa/Kelurahan di mana jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang di 180 wilayah Desa/Kelurahan yang tersebar di 34 Provinsi, 99 Kabupaten/Kota, 180 Kecamatan, dan 180 kelurahan/Desa. Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor melalui spotcheck di lapangan. Survei ini dipublikasikan di Hotel Ibis, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

"Pasangan Capres/Cawapres yang akan maju dalam pillpres 17 April 2019 adalah 2 pasangan sebagai berikut, siapa Capres/Wakil Presiden yang akan Ibu/Bapak pilih dari pasangan berikut?" ujar Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik Syahruddin saat membacakan pertanyaan yang diberikan kepada responden. Pertanyaan diberikan secara tertutup saat pengambilan data.

Hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 44,04%. Angka ini beda tipis dengan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin yang meraih 47,97%. Selisih elektabilitas kedua pasangan ini adalah 3,93%.

Sebanyak 44,04 persen responden yang memilih Prabowo-Sandi mayoritas menyatakan menginginkan perubahan, juga menginginkan karakter tegas, berwibawa, serta mampu memperbaiki ekonomi.

"Responden juga berasumsi Prabowo-Sandi figur paling cocok membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," ujar Syahruddin.

Berikut hasil elektabilitas capres/cawapres yang dirilis Indomatrik pada, Jumat (14/2), sekitar 60 hari sebelum hari pencoblosan pada Rabu, 17 April 2019 mendatang:

Joko Widodo-Ma'ruf Amin 47,97%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,04%
Swing voters 7,99%

Sementara, data yang dihimpun bahwa Lembaga survei Indomatrik juga pernah merilis survei terkait dengan elektabilitas Cagub dan Cawagub DKI Jakarta menjelang pencoblosan pada 19 April 2017 lalu. Hasilnya, pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno unggul 2,3% dari lawannya.

"Berapa persen bedanya, 2,3%, Anies-Sandi lebih unggul, dengan tingkat elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 46,17%, Anies-Sandi sebesar 48,40%, dan yang tidak menjawab sebanyak 5,44%," kata Direktur Indomatrik Husin Yazid saat rilis di Cafe Bangi Kopitiam, Jalan Agus Salim Nomor 57, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017) lalu.

Hasil survai Indomatrik tersebut ternyata sesuai dengan hasil Pilkada DKI Jakarta bahwa pasangan Anies dan Sandi unggul.(dbs/aik/dkp/detik/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
  Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
  Di Sidang MK, Denny Indrayana Ungkap Sebab ILC TVOne Tak Tayang Lagi karena Ada Tekanan
  Pertarungan 'Moral' Di Mahkamah Konstitusi
  Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
 
ads

  Berita Utama
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T

Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019

 

  Berita Terkini
 
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen

DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis

Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR

Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2