BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Rumah Polonia Mendapat Kunjungan dari Kedubes Korea
JAKARTA, Berita HUKUM - MarkasTim Koalisi Merah Putih Perjuangan untuk Kebenaran dan Keadilan penduk

'Creology Week 2014' Pers Mahasiswa Unila Bertabur Kegiatan
BANDAR LAMPUNG, Berita HUKUM - Sejumlah kegiatan bergengsi digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Univ

Tak Mengantongi Izin Penyiaran, Tepian TV Distop KPID Kaltim
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tepian TV yang merupakan televisi siaran lokal Kota Tepian Samarinda, Kali

Mafia Pendidikan Diduga Terjadi dI Kampus Unmul Samarinda
SAMARINDA, Berita HUKUM - Hampir setiap tahun penerimaan siswa baru di Kota Tepian Samarinda Kaliman

Usai Menolak dan Tarik Diri, Ini 2 Langkah Prabowo-Hatta
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim baru pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sudah mulai

SBY Ajak Masyarakat Ikuti Proses Pilpres Hingga Pelantikan Presiden Mendatang
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan rasa gembiranya terhadap proses pemilihan preside

Menangi Pilpres, Mendagri Sarankan Jokowi Mundur dari Gubernur DKI
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, berdasarkan Keputu

Prabowo: Esensi Pemilihan Adalah Pemilihan yang Jujur, Bersih dan Adil
JAKARTA, Berita HUKUM - Inilah kata-kata yang di share mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn.) TNI H P

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Rumah Polonia Mendapat Kunjungan dari Kedubes Korea
'Creology Week 2014' Pers Mahasiswa Unila Bertabur Kegiatan
Tak Mengantongi Izin Penyiaran, Tepian TV Distop KPID Kaltim
Mafia Pendidikan Diduga Terjadi dI Kampus Unmul Samarinda
Usai Menolak dan Tarik Diri, Ini 2 Langkah Prabowo-Hatta
SBY Ajak Masyarakat Ikuti Proses Pilpres Hingga Pelantikan Presiden Mendatang

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
Rumah Polonia Mendapat Kunjungan dari Kedubes Korea
Usai Menolak dan Tarik Diri, Ini 2 Langkah Prabowo-Hatta
Prabowo: Esensi Pemilihan Adalah Pemilihan yang Jujur, Bersih dan Adil
Breaking News': Pilpres 2014 Cacat Hukum, Prabowo-Hatta Tidak Mengundurkan Diri dari Pencalonan
TIDAR dan Sahabat Prabowo: Tidak Benar Jika Kami Lakukan Pengerahan Massa
Bawaslu: Kecurangan Sistimatis Menunjukkan Demokrasi Tidak Baik

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Kasus Wisma Atlet
Dituntut 12 Tahun Penjara, Angelina dan Jaksa Menangis
Thursday 20 Dec 2012 17:40:07
 
Angelina Sondakh Pengadilan Tipkor Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Anggota DPR RI, dan Anggota Bangar serta anggota Komisi X DPR RI, terdakwa Angelina Sondakh dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sore ini, Kamis (20/12).

Terdakwa Angie terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pembarantasan korupsi, perbuatan terdakwa merugikan masyarakat, tardakwa tidak mengakui perbuatanya.

Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai seorang anak tanggungan, serta terdakwa masih muda dan bisa memperbaiki hidupnya.

Jaksa menuntut kepada Hakim Tipikor bahwa, Angie dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 11 UU Tahun 2001 tentang pembarantasan korupsi Jo Pasal 64 KUHP, maka dengan ini Jaksa beranggapan bahwa Angelina Sondakh dinyatakan melanggar hukum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Telah terbukti sesuai dakwaan alternatif pasal 12 huruf a Jo, Pasal 18 UU No. 21 tahun 1999, No. 20 Jo Pasal 64 KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun penjara, serta subsider 6 bulan kurungan, dan denda 500 juta, serta harus membayar uang pengganti 12,5 Miliar dan 2,3 Miliar. Bila tidak dibayar, maka ditambahkan 2 tahun penjara.

Mendengar putusan tersebut, Angie langsung tertunduk menangis, bahkan Jaksa wanita pun juga ikut menangis. Kemudian, atas putusan itu, pengacara Angie meminta waktu 2 minggu untuk menyiapkan pembelaannya.

Nasrullah mengatakan, "dakwaan Jaksa cukup panjang bila kami tidak cermat membuat pembelaan, maka sangat berat nasib terdakwa berikutnya," ujar Nasrullah.

Hakim Sudajmiko mengatakan, sidang ditunda sampai hari kamis tanggal (03/01).(bhc/put)


Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait

 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com