Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Keke Busana Luncurkan Buku 'Dua Kodi Kartika'
JAKARTA, Berita HUKUM - Fenomena menguatnya kelas menengah muslim di Indonesia, merupakan potensi pa

Inilah Organisasi Baru Kementerian Sekretariat Negara Sesuai Perpres No. 24/2015
JAKARTA, Berita HUKUM - Sehubungan telah ditetapkannya pembentukan Kementerian Kabinet Kerja periode

Kendalikan Program Prioritas Nasional, Unit Staf Kepresidenan Diubah Jadi Kantor Staf Presiden
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka memperkuat tugas dan fungsi Unit Staf Kepresidenan, Presiden Jo

Zulkifli Berkicau 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...' setelah Terpilih Ketum Baru PAN
BALI, Berita HUKUM - Kongres PAN ke IV di Bali akhirnya terpilih Zulkifli Hasan menjadi Ketua Umum (

Amerika Terhindar dari Jalan Buntu Soal Keamanan Nasional
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Amerika terhindar dari penutupan sebagian sektor di Departemen Keama

Apel Akbar Laskar Merah Putih untuk Kesiapan Rakernas di Jakarta
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada hari minggu awal bulan Maret 2015 Laskar Merah Putih (LMP) yang merupak

Deklarasi Angkatan Muda Demokrat Dukung SBY Ketum Demokrat Kembali
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Angkatan Muda Partai Demokrat Boyke Novrizon dan Anggota Dewan Pe

Tudingan Amien, Klarifikasi Hatta: Saya Tak Pernah Bohong
BALI, Berita HUKUM - Setelah disindir oleh Amien Rais di hadapan peserta dan khalayak yang hadir di

   

  Berita Terkini >>
   
Keke Busana Luncurkan Buku 'Dua Kodi Kartika'
Inilah Organisasi Baru Kementerian Sekretariat Negara Sesuai Perpres No. 24/2015
Kendalikan Program Prioritas Nasional, Unit Staf Kepresidenan Diubah Jadi Kantor Staf Presiden
Zulkifli Berkicau 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...' setelah Terpilih Ketum Baru PAN
Amerika Terhindar dari Jalan Buntu Soal Keamanan Nasional
Apel Akbar Laskar Merah Putih untuk Kesiapan Rakernas di Jakarta

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Zulkifli Berkicau 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...' setelah Terpilih Ketum Baru PAN
Deklarasi Angkatan Muda Demokrat Dukung SBY Ketum Demokrat Kembali
Tudingan Amien, Klarifikasi Hatta: Saya Tak Pernah Bohong
Ahok Datangi KPK Bongkar Dana Siluman
Dua Guru Besar Ahli Hukum Pidana Sebut Rencana KPK Ajukan PK ke MA Tidak Tepat
Albiner Sitompul Resmi Pimpin GABEMA Tapteng Sibolga

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Kasus Wisma Atlet
Dituntut 12 Tahun Penjara, Angelina dan Jaksa Menangis
Thursday 20 Dec 2012 17:40:07
 
Angelina Sondakh Pengadilan Tipkor Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Anggota DPR RI, dan Anggota Bangar serta anggota Komisi X DPR RI, terdakwa Angelina Sondakh dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sore ini, Kamis (20/12).

Terdakwa Angie terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pembarantasan korupsi, perbuatan terdakwa merugikan masyarakat, tardakwa tidak mengakui perbuatanya.

Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai seorang anak tanggungan, serta terdakwa masih muda dan bisa memperbaiki hidupnya.

Jaksa menuntut kepada Hakim Tipikor bahwa, Angie dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 11 UU Tahun 2001 tentang pembarantasan korupsi Jo Pasal 64 KUHP, maka dengan ini Jaksa beranggapan bahwa Angelina Sondakh dinyatakan melanggar hukum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Telah terbukti sesuai dakwaan alternatif pasal 12 huruf a Jo, Pasal 18 UU No. 21 tahun 1999, No. 20 Jo Pasal 64 KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun penjara, serta subsider 6 bulan kurungan, dan denda 500 juta, serta harus membayar uang pengganti 12,5 Miliar dan 2,3 Miliar. Bila tidak dibayar, maka ditambahkan 2 tahun penjara.

Mendengar putusan tersebut, Angie langsung tertunduk menangis, bahkan Jaksa wanita pun juga ikut menangis. Kemudian, atas putusan itu, pengacara Angie meminta waktu 2 minggu untuk menyiapkan pembelaannya.

Nasrullah mengatakan, "dakwaan Jaksa cukup panjang bila kami tidak cermat membuat pembelaan, maka sangat berat nasib terdakwa berikutnya," ujar Nasrullah.

Hakim Sudajmiko mengatakan, sidang ditunda sampai hari kamis tanggal (03/01).(bhc/put)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com