Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Ed Sheeran akan Dijadikan Patung Lilin
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Bintang pop Ed Sheeran telah diukur oleh staf museum Madame Tussauds

Tim Penyelam TNI Kembali Berhasil Evakuasi 4 Jenazah
PANGKALAN BUN, Berita HUKUM - Tim Penyelam TNI AL yang tergabung dalam operasi pencarian dan evakuas

Dalil Tidak Jelas, MK Tidak Dapat Menerima Permohonan Uji UU Pilpres dan UU Pileg
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Konstitusi memutus tidak dapat menerima permohonan yaitu Koramen Ha

Mantan PM Thailand Dimakzulkan karena Kasus Subsidi Beras
THAILAND, Berita HUKUM - Para legislator di Thailand memberikan suara untuk memakzulkan mantan perda

LBH Medan Unjukrasa Mengutuk Sikap Arogansi Polri Terkait Penahanan BW
MEDAN. Berita HUKUM - Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya di Ibukota Ja

UN Bisa Dilakukan Lebih dari 1 Kali pada Tahun 2016
JAKARTA, Berita HUKUM - Selama ini hasil Ujian Nasional (UN) menjadi salah satu penentu kelulusan si

PT Waskita Karya Meraih Laba Bersih Rp 501 Miliar atau Tumbuh 36 Persen
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertumbuhan bisnis PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang merupakan Kontraktor

Penyelam TNI Kembali Berhasil Mengevakuasi 6 Jenazah
PANGKALAN BUN, Berita HUKUM - Tim Penyelam TNI AL yang tergabung dalam operasi pencarian dan evakuas

   

  Berita Terkini >>
   
Ed Sheeran akan Dijadikan Patung Lilin
Tim Penyelam TNI Kembali Berhasil Evakuasi 4 Jenazah
Dalil Tidak Jelas, MK Tidak Dapat Menerima Permohonan Uji UU Pilpres dan UU Pileg
Mantan PM Thailand Dimakzulkan karena Kasus Subsidi Beras
LBH Medan Unjukrasa Mengutuk Sikap Arogansi Polri Terkait Penahanan BW
UN Bisa Dilakukan Lebih dari 1 Kali pada Tahun 2016

Untitled Document



  Berita Utama >
   
LBH Medan Unjukrasa Mengutuk Sikap Arogansi Polri Terkait Penahanan BW
UN Bisa Dilakukan Lebih dari 1 Kali pada Tahun 2016
PT Waskita Karya Meraih Laba Bersih Rp 501 Miliar atau Tumbuh 36 Persen
Aprindo: Komponen Harga Barang Ditentukan Banyak Faktor Bukan Hanya Faktor BBM
Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Wafat, Innalillahi..
Lenovo Luncurkan 3 Produk Yoga, Laptop Konvertibel Tertipis di Indonesia

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Kasus Wisma Atlet
Dituntut 12 Tahun Penjara, Angelina dan Jaksa Menangis
Thursday 20 Dec 2012 17:40:07
 
Angelina Sondakh Pengadilan Tipkor Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Anggota DPR RI, dan Anggota Bangar serta anggota Komisi X DPR RI, terdakwa Angelina Sondakh dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sore ini, Kamis (20/12).

Terdakwa Angie terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pembarantasan korupsi, perbuatan terdakwa merugikan masyarakat, tardakwa tidak mengakui perbuatanya.

Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai seorang anak tanggungan, serta terdakwa masih muda dan bisa memperbaiki hidupnya.

Jaksa menuntut kepada Hakim Tipikor bahwa, Angie dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 11 UU Tahun 2001 tentang pembarantasan korupsi Jo Pasal 64 KUHP, maka dengan ini Jaksa beranggapan bahwa Angelina Sondakh dinyatakan melanggar hukum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Telah terbukti sesuai dakwaan alternatif pasal 12 huruf a Jo, Pasal 18 UU No. 21 tahun 1999, No. 20 Jo Pasal 64 KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun penjara, serta subsider 6 bulan kurungan, dan denda 500 juta, serta harus membayar uang pengganti 12,5 Miliar dan 2,3 Miliar. Bila tidak dibayar, maka ditambahkan 2 tahun penjara.

Mendengar putusan tersebut, Angie langsung tertunduk menangis, bahkan Jaksa wanita pun juga ikut menangis. Kemudian, atas putusan itu, pengacara Angie meminta waktu 2 minggu untuk menyiapkan pembelaannya.

Nasrullah mengatakan, "dakwaan Jaksa cukup panjang bila kami tidak cermat membuat pembelaan, maka sangat berat nasib terdakwa berikutnya," ujar Nasrullah.

Hakim Sudajmiko mengatakan, sidang ditunda sampai hari kamis tanggal (03/01).(bhc/put)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com