Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
PALANGKARAYA, Berita HUKUM - Aktivis lingkungan pada hari ini di Melbourne, Australia, membentangkan

Tommy Page 18 Tahun Tidak Konser dan Rekaman, Sekarang akan Berkonser di Negeri yang Ia Cintai
JAKARTA, BeritaHUKUM - Tommy Page Artis Top dunia akan kembali menyapa penggemarnya di Indonesia. Se

Peran Perempuan Berantas Korupsi
SURABAYA, Berita HUKUM - Ratusan perempuan menyimak paparan yang disampaikan Wakil Ketua KPK Adnan P

Kematian Musisi BB King Diselidiki Sebagai Pembunuhan
LAS VEGAS, Berita HUKUM - Polisi memulai penyelidikan terhadap kematian legenda musik blues, BB King

Hampir Separuh Warga Dunia Terhubung Internet Akhir 2015
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Hampir separuh penduduk dunia akan menggunakan internet pada akhir t

Pesawat Tenaga Surya Coba Lintasi Samudera Pasifik
CINA, Berita HUKUM - Setelah sukses mencapai Cina dari Uni Emirat Arab, pesawat tenaga surya Solar I

KPK: Kasus Hadi Poernomo Tetap Berlanjut
JAKARTA, Berita HUKUM - KPK tetap melanjutkan penyidikan dugaan korupsi penerimaan seluruh permohona

Inilah Kekacauan Baru Oligarki Kekuasaan yang Akan Diciptakan Jokowi
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan kembali berhadapan dengan ‘kekacau

   

  Berita Terkini >>
   
Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
Tommy Page 18 Tahun Tidak Konser dan Rekaman, Sekarang akan Berkonser di Negeri yang Ia Cintai
Peran Perempuan Berantas Korupsi
Kematian Musisi BB King Diselidiki Sebagai Pembunuhan
Hampir Separuh Warga Dunia Terhubung Internet Akhir 2015
Pesawat Tenaga Surya Coba Lintasi Samudera Pasifik

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Inilah Kekacauan Baru Oligarki Kekuasaan yang Akan Diciptakan Jokowi
Menkes Nila Melantik Surya Chandra Surapaty sebagai Kepala BKKBN
Pimpinan KPK Minta Perlindungan Hukum ke MK
Sudah Ratusan WNA Ditangkap, Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jakarta Dijadikan Markas Penipu Online
Jelang ‪#‎Muktamar47‬ PP Muhammadiyah, Keluarkan Maklumat ! Menolak Kebijakan BBM Pemerintah
Ical Bawa Nama JK, Agung Tidak Peduli!

SPONSOR & PARTNERS



















Peradilan    
 
Kasus Wisma Atlet
Dituntut 12 Tahun Penjara, Angelina dan Jaksa Menangis
Thursday 20 Dec 2012 17:40:07
 
Angelina Sondakh Pengadilan Tipkor Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Anggota DPR RI, dan Anggota Bangar serta anggota Komisi X DPR RI, terdakwa Angelina Sondakh dituntut 12 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sore ini, Kamis (20/12).

Terdakwa Angie terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pembarantasan korupsi, perbuatan terdakwa merugikan masyarakat, tardakwa tidak mengakui perbuatanya.

Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai seorang anak tanggungan, serta terdakwa masih muda dan bisa memperbaiki hidupnya.

Jaksa menuntut kepada Hakim Tipikor bahwa, Angie dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 11 UU Tahun 2001 tentang pembarantasan korupsi Jo Pasal 64 KUHP, maka dengan ini Jaksa beranggapan bahwa Angelina Sondakh dinyatakan melanggar hukum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Telah terbukti sesuai dakwaan alternatif pasal 12 huruf a Jo, Pasal 18 UU No. 21 tahun 1999, No. 20 Jo Pasal 64 KUHP, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun penjara, serta subsider 6 bulan kurungan, dan denda 500 juta, serta harus membayar uang pengganti 12,5 Miliar dan 2,3 Miliar. Bila tidak dibayar, maka ditambahkan 2 tahun penjara.

Mendengar putusan tersebut, Angie langsung tertunduk menangis, bahkan Jaksa wanita pun juga ikut menangis. Kemudian, atas putusan itu, pengacara Angie meminta waktu 2 minggu untuk menyiapkan pembelaannya.

Nasrullah mengatakan, "dakwaan Jaksa cukup panjang bila kami tidak cermat membuat pembelaan, maka sangat berat nasib terdakwa berikutnya," ujar Nasrullah.

Hakim Sudajmiko mengatakan, sidang ditunda sampai hari kamis tanggal (03/01).(bhc/put)


Bookmark and Share

   Berita Terkait

 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com