Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Pertamina
Dirut Pertamina Harus Menjelaskan Soal Jual Aset PERTAGAS ke Swasta Melalui PGN
2019-07-15 07:43:01
 

Laporan keuangan Perusahaan Gas Negara (PGN).(Foto: Istimewa)
 
Oleh : Salamuddin Daeng

PASCA HOLDING BUMN Pertamina dan PGN salah satu prioritas Direksi Pertamina adalah menjual aset aset bisnis Gas, LNG, Pertamina kepada PGN.

Perusahaan-perusahan anak di bawah pertamina yang melaksanakan usaha dibidang gas seperti Pertagas juga dijual kepada PGN.

Apa masalahnya ? Tentu saja masalah karena aset-aset Pertamina jatuh ke tangan swasta yang menguasai sekitar 43 persen kepemilikan PGN.

Bagian lain Pertamina kehilangan unit usaha bisnis Gas yang sedang naik daun ditengah penurunan produksi minyak, dan upaya dunia untuk menurunkan emisi karbon.

Penjualan itu juga bisa berpotensi menjadi skandal keuangan dikarenakan baik tanpa melalui evaluasi aset Anak anak perusahaan Pertamina tersebut.

Apa dasar mereka menilai harga penjualan aset ? Ini bisa berpotensi terjadi fraud, penipuan keuangan, markup, downgrade harga aset, jika tidak melalui penilaian yang benar.

Bayangkan ya ! Harga penjualan aset-aset anak perusahaan Pertamina Pertagas berubah ubah. Apa dasar perubahan tersebut? Apakah mau maunya direksi saja. Ini harus dikemukakan ke publik.

Dalam laporan PGN Harga/ nilai pengambilahan saham Pertagas dan seluruh anak perusahaannya mengalami perubahan. Tidak dijelaskan secara rinci dasar perubahan tersebut.

Dalam laporannya dinyatakan Harga pembelian yang semula sebesar Rp 16.604.312.010.021 untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas atau setara 51 % atas Pertagas dan Pertagas Niaga, menjadi Rp 20.183.334.064.184 untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas yang merupakan 51% dari seluruh saham di Pertagas termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya.

Ini membahayakan sekali, perubahan harga ini penjualan Pertagas ini tidak ada dalam
Laporan keuangan Pertamina. Oleh kerena itu Pertamina harus menjelaskan berapa pendapatan hasil penjualan aset Pertagas ini, dan apa dasarnya. Dengan demikian semua terangan di publik.

Adapun beberapa hal yang perlu klarifikasi adalah :

1. PERTAMIINA belum pernah revaluasi aset. Jadi Bagaimana cara menentukan harga terbaru aset anak anak oerusahaan yang akan dijual?

2. Pertagas juga belum pernah kudengar revaluasi aset. Bagaimana menetukan harga aset Pertagas yang dijual PGN. Harga nya saja berubah ubah.

3. Bagaimana caranya menentukan harga aset Pertagas terbaru, mengingat banyak investasi baru di Pertagas menggunakan equity Pertamina.

4. Kalau pembelinya tunggal Bagaimana menentukan harga aset yang adil. Mekanisme yang adil bukannya lelang? Sehingga harga bisa maksimal dan wajar.

5. Siapa yang menentukan nilai aset Pertagas Rp 20 triliun yang sebelumnya dinilai Rp. 16 triliun? Coba turun ke lapangan masa aset sebesar itu 20 triliun?

5. Kalau terjadi mark up apa konsekuensinya. Kalau terjadi mark Down apa konsekuensinya?

6. Mengapa tidak diuraikan dalam laporan keuangan pertamina ? harga aset Pertagas dan cicit cicit pertamina di bawah Pertagas.

7. Mengapa pendapatan penjualan aset Pertagas tidak ada dalam laporan pendapatan hasil penjualan aset ?

8. Bagaimana cara PGN membeli aset tersebut, sementara kondisi keungan PGN tak mungkin untuk membeli aset sebesar itu. Mengingat laporan PGN 2018 financing negatif dan investing juga negatif. Jadi akusisii aset dananya Darimana?

Berikut laporan keuangan PGN.

Penulis adalah Peneliti senior dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Pertamina
 
  Salamuddin Daeng: Pertamina Memang Mengalami Kesulitan Besar
  Dirut Pertamina Harus Menjelaskan Soal Jual Aset PERTAGAS ke Swasta Melalui PGN
  Jokowi Jangan Hanya Mikirkan Mengganti Kabinet Saja, Dirut Pertamina Harus Dicopot Juga !
  Pratek Pungli dan Suap Dituding Marak di Pemasaran Retail Gas Domestik, LPG Pertamina
  Komisi VI Soroti Mekanisme BBM Satu Harga
 
ads

  Berita Utama
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol

Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks

BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

 

  Berita Terkini
 
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja

Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia

Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Hati-Hati! Jangan Beli 4 Tipe Ponsel Android ini, Nanti Nyesel..

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2