Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus PLN
Dirut PLN Sofyan Basyir Jadi Tersangka Kasus PLTU Riau 1, Selanjutnya Nicke Widyawati Bakal Menyusul?
2019-04-24 22:31:51
 

Ilustrasi. Tersangka Sofyan Basyir, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) .(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ferdinand Situmorang, Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menyampaikan terkait kasus PLTU Riau 1, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basyir yang ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK, maka selanjutnya Nicke Widyawati yang sekarang Dirut Pertamina disinyalir pasti bakal menyusul juga menjadi tersangka, ungkap Ferdinand.

Adapun Ferdinand mengatakan, hal tersebut dikarenakan Nicke Widyawati yang kini menjabat Direktur Utama PT Pertamina (Persero) ketika Nicke menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis di PLN pernah beberapa kali bertemu dengan eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan ketiganya dalam pertemuan membahas proses kerja sama dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Riau-1.

Ferdinand juga menjelaskan bahwa, ketiga pihak tersebut membahas pembentukan konsorsium proyek PLTU Riau-1 yang terdiri dari China Huadian Enginerring Co, Ltd (CHEC), PT Samantaka Batu Bara, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), dan PT Perusahaan Listrik Negara Batu Bara (PLN BB). PJB dan PLN BB merupakan anak usaha PLN, sedangkan Samantaka Batubara adalah anak usaha BlackGold Natural Resources Limited.

Soalnya, Nicke juga diduga membantu atau bersama-sama dengan Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johannnes terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau 1,

"Nicke Juga diduga melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak terkait, Tentu saja Nicke Widyawati bisa jadi tersangka menyusul Sofyan Basir," cetus Ferdinand, Rabu (24/4).

"Dari pertemuan tersebut juga ada empat peran Nicke Widyawati yakni; Pertama,
Ikut menunjuk perusahaan Blackgold untuk mengerjakan proyek PLTU Riau 1. Kedua, Nicke adalah Direktur PLN yang banyak berhubungan dengan Eni dan Johannes. Soalnya, dikarenakan posisi sebagai Direktur Pengadaan Strategis PLN, jelas Ferdinand.

Sebagai Direktur PLN yang memonitor kerjasama proyek PLTU Riau 1 karena ada keluhan dari Johannes tentang lamanya penentuan proyek PLTU Riau 1. Terakhir, membahas bentuk dan lama kontrak antara CHEC dengan perusahaan-perusahaan konsorsium.

"Karena itu KPK jangan terlalu lama untuk menetapkan Nicke Widyawati sebagai Tersangka Juga agar tidak terkesan tebang Pilih nantinya," tegas Ferdinand

Walau dalam kasus gratifikasi ini tidak ada kerugian keuangan negara, namun sambung Waketum FSP BUMN Bersatu mengulas, "hanya karena pratek broker yang dilakukan Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang mainnya becek dan tidak professional dalam dunia pencaloan proyek proyek listrik 35 ribu MW programnya Pak Joko Widodo," tandasnya.(bh/mnd)




 

 
   Berita Terkait > Kasus PLN
 
  KPK Mulai Intensif Dalami Peran Mantan Dirut PLN dalam Kasus Proyek PLTU Riau-1
  KPK Jadwalkan Periksa Direktur PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan
  Dugaan Korupsi Tender MVPP PLN, KPK Didesak Periksa Jampidsus Adi Toegarisman
  KPK Cegah dan Tangkal Dirut PLN Nonaktif Sofyan Basir
  Dirut PLN Sofyan Basyir Jadi Tersangka Kasus PLTU Riau 1, Selanjutnya Nicke Widyawati Bakal Menyusul?
 
ads

  Berita Utama
Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Jaksa Agung Harus Non Partisan, Pengamat: Yang Penting Jangan Terafiliasi dengan Parpol

Buku Merah: Polisi 'Semestinya' Tindak Lanjuti Temuan Investigasi IndonesiaLeaks

BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

 

  Berita Terkini
 
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja

Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia

Sindir RY, Gerindra Ingatkan Bahaya DNA Koruptor di Bogor

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

Hati-Hati! Jangan Beli 4 Tipe Ponsel Android ini, Nanti Nyesel..

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2