Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan PT Garuda Indones

Tukang Bentor Ditemukan Tewas dengan 4 Luka Tusuk di Makassar
MAKASSAR, Berita HUKUM - Seorang mayat laki-laki yang diketahui bernama Syahrir Dg Kulle (40) seoran

'Alhamdulilah,' Laba BNI Syariah Tumbuh 50,33 Persen
JAKARTA, Berita HUKUM - Di tengah kondisi makro ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, memasu

Sepuluh Jabatan Strategis TNI AD Diserahterimakan
JAKARTA, Berita HUKUM - Sepuluh jabatan strategis TNI Angkatan Darat diserahterimakan melalui upacar

Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
ACEH, BeritaHUKUM - Mantan Menteri Pertahanan Gerarakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman dan TNI mej

Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
JAKARTA, Berita HUKUM - Keputusan pemerintah menandatangani MoU E-Government dengan Singapura mengun

Kasad Jenderal TNI Mulyono Serahkan Jabatan Pangkostrad Kepada Mayjen TNI Edy Rahmayadi
DEPOK, Berita HUKUM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono secara resmi menyerahkan j

Lanud Halim Perdanakusuma Resmi Bentuk 'KOPEL' Olahraga Satuan
JAKARTA, Berita HUKUM - Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP.,S.

   

  Berita Terkini >>
   
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Tukang Bentor Ditemukan Tewas dengan 4 Luka Tusuk di Makassar
'Alhamdulilah,' Laba BNI Syariah Tumbuh 50,33 Persen
Sepuluh Jabatan Strategis TNI AD Diserahterimakan
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Mantan GAM di Gunung Halimon akan Kibarkan Merah Putih Raksasa
Gerindra: 'Dulu Katanya Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Harus Minta Bantuan Singapura?'
Kebakaran PT Mandom, Said Iqbal: Indikasinya Lalai dan Kurang Peduli Program K3
BMKG: Kekeringan karena Dampak El Nino Sudah Mencapai Moderate
Sikap Menteri BUMN Rini Terkait Perpanjang Konsesi JICT Dipertanyakan

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus TPPU
Dikenakan TPPU, KPK Sita Harta Ahmad Fathanah Senilai Rp 4,3 M
Thursday 07 Mar 2013 13:39:11
 
tampak 4 mobil Ahmad Fathanah.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ahmad Fathanah, salah satu tersangka suap kuota impor daging Sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Harta Ahmad Fathanah yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 4,3 milar termasuk empat mobil mewah.

Johan Budi SP, Juru Bicara KPK menjelaskan, pihaknya menjerat Ahmad Fathanah dengan Pasal TPPU setelah melakukan pengembangan dan atas temuan KPK. Baik itu saat didapat dari penggeledahan di kantor dan rumah para Tersangka.

Selain itu, kata Johan, dasar pemeriksaan saksi, sehingga KPK melakukan penelusuran aset. "Setelah mengembangkan kasus dugaan suap impor daging, penyidik temukan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan TPPU pada tersangka AF (Ahmad Fathanah)," kata Johan di gedung KPK.

Harta Ahmad Fathanah yang telah disita KPK adalah 4 mobil mewah yaitu Toyota Fj Cruiser, Toyota Land Cruiser Prado, Toyota Alphard, dan Mercedes Benz. "Keempat mobil itu diperkirakan memiliki nilai Rp 4,3 miliar," terang Johan.

Menurut dia AF disangkakan dengan pasal 3 atau pasal 4, atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang junto pasal 5 KUHAP.

Dalam kasus hasil operasi tangkap tangan (OTT) ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai Tersangka, selain Ahmad Fathana, Luthfi Hasan Ishaaq (eks presiden PKS), dan dua direktur PT Indoguna Utama yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, serta orang dekat Lutfi, Ahmad Fathanah.(bhc/din)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus Import Daging

MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
Jelang Vonis, Luthfi: Saya Hanya Berharap yang di Atas
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com