Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Hong Kong
Demonstran Ditembak Pertama di Hong Kong Setelah Parade Perayaan 70 Tahun Kekuasaan Komunis China
2019-10-02 07:23:59
 

 
HONG KONG, Berita HUKUM - Seorang demonstran ditembak di tengah protes ribuan orang di Hong Kong Selasa (01/10) melanggar larangan unjuk rasa dalam peringatan 70 tahun kekuasaan Komunis di China.

Seorang sumber kepolisian di Hong Kong memastikan kepada BBC bahwa seorang pengunjuk rasa ditembak peluru tajam.

Inilah untuk pertama kalinya peluru tajam menghantam demonstran sejak unjuk rasa dimulai Juni lalu.

Bentrokan terjadi antara demonstran dan aparat yang diwarnai gas air mata dan bom molotov, menyebabkan paling tidak 15 orang dirawat di rumah sakit.

Protes yang berlangsung hampir empat bulan di Hong Kong menantang visi Presiden Xi Jinping tentang kesatuan nasional.

demonstrasi di Hong KongHak atas fotoAFP
Image captionPara pengunjuk rasa bertekad mengganggu acara perayaan 70 tahun kekuasaan komunis China.

Sebelumnya di Hong Kong, bendera China dinaikkan dalam upacara khusus dengan penjagaan ketat untuk sektiar 12.000 undangan yang menyaksikan tayangan langsung di pusat konperensi.

Dalam hari yang digambarkan pengunjuk rasa sebagai "hari sedih", orang turun ke sejumlah tempat di Hong Kong dan menutup jalan-jalan.

Demonstran melempar balik gas air mata ke arah petugas dalam protes di Hong Kong.Hak atas fotoEPA
Image captionDemonstran melempar balik gas air mata ke arah petugas dalam protes di Hong Kong.

Di Beijing, China menggelar perayaan besar-besaran untuk menandai 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China (RRC).

Pada 1 Oktober 1949, Mao Zedong memproklamirkan RRC di Lapangan Tiananmen, Beijing, setelah pasukan komunis memenangi perang sipil yang berdarah.

Di tempat yang sama, Presiden Xi Jinping menegaskan "tiada kekuatan" yang mampu menggentarkan China.

chinaHak atas fotoREUTERS
Image captionPara serdadu Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China turut serta dalam parade militer di Lapangan Tiananmen, Beijing, Selasa (01/10).

"Tiada kekuatan yang bisa menghentikan rakyat China dan bangsa ini untuk bergerak maju," cetus Xi.

Keberadaan Xi didampingi oleh dua pendahulunya, Jiang Zemin dan Hu Jintao.

Memakai kacamata hitam, Jiang yang kini berusia 92 tahun duduk diam selagi Xi menyampaikan pidatonya.

Jiang, yang menjabat presiden dari 1993 sampai 2003, jarang tampil di hadapan publik dan kerap dispekulasikan terkait kesehatannya.

chinaHak atas fotoCCTV
Image captionXi Jinping didampingi dua pendahulunya, Hu Jintao dan Jiang Zemin.

Selain Jiang Zemin, Hu Jintao yang tampil dengan rambutnya yang putih. Adalah Hu yang menginspeksi parade militer pada 2009 ketika RRC merayakan hari jadi ke-60.

Pada parade militer kali ini, sebagaimana dipaparkan Kementerian Pertahanan Nasional China, sekitar 15.000 personel, 580 perangkat militer, dan 160 pesawat ikut berpartisipasi.

Chinese troops march during a military parade in Tiananmen Square in Beijing on October 1,Hak atas fotoAFP

Beragam persenjataan terbaru China dipamerkan, seperti tank, helikopter, hingga rudal balistik antarbenua DF-41.

DF-41Hak atas fotoREUTERS
Image captionKendaraan militer mengangkut rudal balistik antar benua DF-41

Sejumlah pesawat turut meramaikan parade dengan membentuk angka '70' saat terbang melesat di atas Lapangan Tiananmen.

A lone protester wearing a gas mask and carrying an umbrella surrounded by tear gas in Hong KongHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionA surge of protests in Hong Kong could overshadow the celebrations in Beijing

Akan tetapi, perayaan ini dibayangi oleh demonstrasi di Hong Kong.

Wartawan BBC di Hong Kong, Grace Tsoi, melaporkan polisi telah menembakkan gas air mata ke kawasan permukiman Wong Tai Sin.

Tembakan itu dilesatkan selagi ribuan demonstran berbaju hitam berupaya memblokade jalan-jalan utama.

hong kong
Image captionDemonstran mengibarkan bendera simbol Hong Kong dengan warna hitam bercorak merah darah.

Di Causeway Bay, para demonstran menutupi jalan sembari mengangkat telapak tangan dan memekik "Lima tuntutan, tidak kurang satu pun."

Demonstran lainnya mengibarkan bendera simbol Hong Kong dengan warna hitam bercorak merah darah.

Warna hitam itu merujuk pada matinya demokrasi dan "kejahatan" pemerintah China.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Hong Kong
 
  Demonstran Ditembak Pertama di Hong Kong Setelah Parade Perayaan 70 Tahun Kekuasaan Komunis China
  Hong Kong: Pemerintah akan Menarik RUU Ekstradisi yang Menjadi Sumber Kerusuhan
  Protes Hong Kong: Pengunjukrasa Blokade Kereta dan Jalan-jalan Menuju Bandara
  Protes Hong Kong: Aktivis Muda Pro Demokrasi Terkenal Joshua Wong Ditangkap Lagi
  Protes Hong Kong: Apakah China Bisa Campur Tangan Militer dan Politik?
 
ads

  Berita Utama
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'

Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto

 

  Berita Terkini
 
Dituding Kartu 'Politik', ETOS Indonesia Institute Dorong DPRD Audit Program Kartu Sehat Kota Bekasi

Sandiaga Uno Kembali ke Gerindra dan Tak Incar Posisi

KKRG akan Masuk Wilayah Sulut dan Sulteng pada Tahun 2021

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Sekolah Kader, Program Administrasi Negara Bagi Para ASN untuk Percepatan Karir

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2