Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Jiwasraya
Demokrat: Rakyat Lagi Butuh Bantuan Malah Bailout Jiwasraya, Sebenarnya Sri Mulyani Ini Siapa?
2020-10-04 10:31:10
 

Sri Mulyani dan Jokowi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Suntikan dana hingga Rp 22 triliun untuk penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendapat kritikan tajam dari Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief.

Andi Arief mengaku tidak habis pikir dengan langkah Sri Mulyani sebagai sebagai Menteri Koordinator bidang Ekonomi pada pemerintahan Jokowi yang mememberi dana talangan sebesar itu untuk sebuah perusahaan yang dirampok.

Kecurigaannya mengerucut pada dugaan, apakah Sri Mulyani ikut mendapat sesuatu dari proses ini.

"Nggak habis pikir Sri Mulyani bailout Jiwasraya 22 T. Sebenernya ibu ini dapat apa enggak sih. Lama-lama saya mencurigai," sindirnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (2/10).

Baginya upaya pemerintah memberi suntikan dana Jiwasraya melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) secara bertahap, bertolak belakang dengan keadaan yang dialami rakyat. Di mana rakyat tengah sengsara secara ekonomi karena pandemi yang tak kunjung berakhir.

"Lagi resesi, rakyat butuh bantuan, menkeu SMI ikut terlibat bail out jiwasraya. Sebenernya ibu ini siapa," lanjutnya.

Menurutnya, langkah Sri Mulyani ini akan menimbulkan efek yang tidak kecil. Dia yakin rakyat yang semakin menderita akan berontak jika menteri berpredikat terbaik dunia itu terus mengeluarkan kebijakan yang nyeleneh.

"Kalau SMI menkeu sudah pakai cara halus di tengah pandemi, nggak lama lagi rakyat pake jurus nekad," tutupnya.

PMN untuk menyelamatkan Jiwasraya akan diberikan bertahap. Tahun 2021 sebesar Rp 12 triliun dan tahun berikutnya Rp 10 triliun.

Hal ini sesuai keputusan rapat panitia kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen Jiwasraya, dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Nantinya, gelontoran dana akan digunakan untuk penyetoran modal pembentukan perusahaan baru, yakni IFG Life yang akan berada di bawah holding asuransi BUMN, yakni BPUI.

Perusahaan tersebut digunakan untuk menampung seluruh nasabah Jiwasraya yang telah direstrukturisasi polisnya, baik itu nasabah tradisional dan saving plan.(wv/RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jiwasraya
 
  Imbas Rp 50 M Belum Kembali, Puluhan Nasabah Jiwasraya Gugat Kembali ke PN Jakpus
  16 Kendaraan Mewah Hasil Rampasan Negara dari Perkara Jiwasraya Resmi Dilelang
  BPUI Harus Transparan Atasi Kasus Jiwasraya
  Pledoi: Ada Konspirasi Berdasarkan Asumsi untuk Menjerat Benny Tjokro dalam Perkara Jiwasraya
  Jaksa Tuntut Beni Tjokro Seumur Hidup. Penasehat Hukum: Tuntutan Jaksa Hanya Asumsi
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Gaji Guru P3K Tertunggak 9 Bulan, Ratih Megasari: Kemendikbud Ristek Harus Respon Cepat

Alifudin Minta BP2MI Selidiki Dugaan Keterlibatan Konsorsium 303 di Kasus TPPO

Firli Tekankan Transparansi hingga Rotasi Pegawai untuk Benahi Sistem Peradilan di MA

Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah

Pengacara Gubernur Papua Dilaporkan ke Badan Intelijen Negara dan Polri terkait Berita Hoax

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2