Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pilot
Deklarasi Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) Guna Kesetaraan Profesi di Kancah Domestik dan Internasional
2019-01-10 14:55:54
 

Tampak saat foto bersama pada acara deklarasi Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI)di Hotel Sultan, Ruang Merapi. Jakarta (10/1).(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dilangsungkan pembentukan sekaligus deklarasi Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI), pada acara Kongres Pertama yang dihadiri para profesi Pilot di Indonesia yang bergelut di dunia penerbangan, baik DA, RDO, ataupun Ground training, acara berlangsung di ruang Merapi, Hotel Sultan, Jakarta pada, Kamis (10/1).

Saat deklarasi bersama rekan se-profesi Pilot Indonesia, dikumandangkan bahwa intinya PPPI merupakan organisasi baru yang terbuka dan profesiona bagi seluruh Pilot di Indonesia. Karena itu PPI melakukan kegiatan peningkatan sumberdaya manusia terutama para pilot Indonesia.

Captain Pilot Heri Martanto, selaku Ketua Formatur PPPI menyampaikan bahwa kongres pertama profesi ini dilakukan dalam rangka upaya pengakuan kesetaraan, yang pada intinya terkait dengan issue polemik agar IPI (Ikatan Pilot Indonesia) semestinya untuk kembali sesuai dengan AD/ART. Demikian ucap Heri, saat gelar jumpa pers di Jakarta, Kamis (10/1).

"Ke depan kita akan terbuka, intinya sertifikasi akan diberikan ke mereka (pilot) yang membutuhkan, soalnya sering peroleh masalah dan kendala," ungkap Heri, yang seraya menjelaskan kehadiran rekan-rekan se-profesi saat deklarasi itu berasal dari berbagai perusahaan umum, namun tetap menjaga keharmonisan.

Selanjutnya, Heri juga mengungkapkan bakal melakukan kerjasama dengan pihak lain, khususya berhubungan dunia penerbangan baik tingkat nasional dan internasional. Kemudian, akan lakukan advokasi dengan pemerintah Indonesia, Lembaga tinggi negara dan masyarakat perhubungan, supaya profesi pilot memiliki peran diperhitungkan dalam dunia penerbangan di Indonesia.

Seperti, misalnya saja kejadian / peristiwa yang menimpa pilot di bandara Fukuoka Jepang ataupun di Jogya, kejadian Pilot yang ditahan dikarenakan diduga palsukan dokumen perusahaan hingga masuk sel, meskipun beliau sempat selamat dari kejaran Polisi di sana.

Pada dasarnya, kemuka Captain Heri, profesi pilot merupakan tulang punggung perusahaan, maka PPPI akan menjamin profesionalitas ini terjaga, agar tidak diragukan lagi.

"Operator yang mestinya bakal menanggung kerugian. Bahkan modal transportasi udara menjadi lebih terjaga, aman dan efektif tentunya," jelas Heri.

"Kita akan terbuka, yang intinya sertifikasi akan diberikan pada mereka. Soalnya, penerbangan pesawat terbang saja menjadi concern-nya,, namun asosiasi pilot helicopter pun sudah ingin bergabung," ungkap Heri.

Khususnya, kedepan nanti untuk Pilot, juga membutuhkan Majelis profesi, disesuaikan dengan amanah Undang -Undang pasal 1. Majelis kedepan diharapkan untuk semua pilot di Indonesia, agar semua dapat ditangani sesuai yang diamanatkan pada tahun 2009.

"Perhimpunan PPPI Independen dan tidak dibawah (underbow) pemerintah maupun perusahaan. Disini memperjuangkan sesuai profesi, yang intinya 'safety' demi khalayak masyarakat luas selaku penumpang. Sebelumnya ada juga organisasi yang tatkala melanggar AD/ART. Maka itulah demi untuk menjalin persatuan pilot di Indonesia, dimana tidak membedakan pilot baik dari Maskapai Garuda, Lion, Batik dan lainnya," kata Heri, seraya disesuaikan dengan motto, 'Unity in Diversity' sesuai dengan Ke-Bhineka Tunggal Ika yang ada di negeri Indonesia tercinta ini.

Sementara, Undang-undang kepilotan mengatur bagaimana menangani profesi ini yang mana kesemuanya tersangkut di dalam satu UU saja, KUHPidana. "Rekan rekan kami butuhkan untuk difasilitasi, bahkan kini ada sebanyak 1.400 pilot yang belum bekerja (terbang), maka itulah fungsi kami dari segi Advokasi, Edukasi, serta Proteksi teman se-profesi," jelas Heri.

Tidak hanya melindungi dalam rangka indvidual interest saja, namun demi kepentingan bersama. disinilah kami sebagai inisiator untuk deklarasi PPPI ini. "Soalnya belum ada wadah yang mumpuni secara aspek hukum dan legalitas. Berbeda halnya dengan pelayaran sudah jauh lebih maju," urainya.

Selain itu, kedepan nanti asosiasi akan mendukung untuk mencapai ke wilayah yang sulit dicapai, menggunakan pesawat perintis. "Logistik menjadi kendala mahalnya barang di lokasi yang terisolir, karena tidak memadai jumlahnya disana. Maka itulah kami membutuhkan lembaga yang mengayomi secara legitimasi kuat," pungkas Heri, mengakhiri yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi Deklarasi Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) di hadapan awak media cetak, elektronik dan online.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi

Warisan Yang Akan Ditinggalkan Prabowo Untuk Indonesia

Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan yang Dibangunnya

Fahri Hamzah Tegaskan Pentingnya Independensi Lembaga Perwakilan

 

  Berita Terkini
 
Real Count C1 TPS oleh BPN Sudah 600 Ribu Lebih, Prabowo-Sandi Menang 62 Persen

Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia

Gus Fahrur: Siapapun Presiden Terpilih Harus Kita Hormati dan Dukung

Quick Count Jangan Jadi Alat Proganda Memframing Angka Hasil Real Count yang akan Dihitung KPU

Rizal Ramli: Kita Sepakat Pilpres, Tetapi Bila Super Curang Artinya Menantang People Power

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2