Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Gempa
Dana Pertemuan IMF dan Word Bank di Bali Habiskan Rp 855 M, Gerindra: Sebagian Besar Harus Dialihkan ke Lombok
2018-08-28 07:35:26
 

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia, khususnya Nusa Dua, Bali akan menjadi tuan rumah acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan World Bank (Bank Dunia) pada Oktober 2018 mendatang. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp 855,5 miliar untuk pertemuan tersebut yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2017-2018.

Melihat besarnya postur APBN yang tersedot untuk pertemuan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo angkat bicara. Hashim meminta agar pemerintah Indonesia harus mengalihkan sebagian besar dana pertemuan IMF - World Bank yang bersumber dari APBN tersebut untuk membantu para keluarga dan korban bencana alam serta untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca gempa.

"Gerindra menyerukan kepada pemerintah untuk mengalihkan setengah atau sebahgian besar anggaran Pertemuan IMF di bali yang sebesar Rp 855 M untuk membantu korban dan bencana di Lombok," tegas Hashim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/8)

Hashim menjelaskan, meski pemerintah telah menyiapkan dana untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga korban bencana alam di Lombok, pencairan dana tersebut masih membutuhkan waktu. Untuk itu akan sangat bermanfaat dan efektif bila dana yang besar untuk pertemuan IMF - World Bank tersebut sebagian besarnya diberikan untuk para korban bencana alam dan membangun Lombok kembali.

"Tak ada salahnya dana yang besar untuk menyambut tamu IMF dan Word Bank tersebut sebagian besar untuk membangun Lombok kembali. Itu sangat bermanfaat dan membantu para korban bencana alam. Apalagi dana untuk menjamu para petinggi IMF dan World Bank itu menggunakan dana APBN yang sangat besar," imbuhnya.

Hashim menjelaskan bahwa Partai Gerindra memahami betul kondisi para korban dan masyarakat yang berada di Lombok. Sebab, beberapa hari setelah gempa di Lombok, DPP Partai Gerindra telah menerjunkan ratusan kadernya yang tergabung dalam Satgas Dokter Keliling (dokling) Prabowo Menyapa dan Organisasi sayap Partai Gerindra di bidang kesehatan yakni KESIRA untuk membantu masyarakat dan para korban gempa di Lombok.

"Kami tau sangat sulit kondisi masyarakat disana, mereka sangat membutuhkan bantuan segera! Kami Partai Gerindra tau karena kami telah turun disana melalui KESIRA dan Satgas Dokling Prabowo Menyapa bersama-sama membantu dan tinggal bersama masyarakat disana," tutur Hashim.

Hashim yakin Bank Dunia tidak berkeberatan jika dana pertemuan IMF yang direncakan berlangsung selama dua hari di Bali dipangkas untuk membantu para korban bencana di Lombok.

"Saya yakin Bank Dunia akan mengapresiasi langkah ini, pengentasan kemiskinan kan masuk dalam kerangka kerja mereka," tutup Hashim.(gmc/ar/ra/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Gempa
 
  Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
  Tangani Bencana Lion Air, Pemerintah Jangan Lupakan Korban Gempa dan Tsunami
  Fahri Hamzah Kritik Birokrasi Penanganan Gempa NTB
  Korban Gampa Lombok Harus Tertangani dengan Baik
  Dansatgas Kogasgabpad Tinjau Tempat Pengungsian Warga Lombok Timur
 
ads

  Berita Utama
Pesan Damai Prabowo Subianto untuk Rakyat Indonesia dari Papua

Indonesia Menang Mutlak Atas Perkara Gugatan Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd

KPK OTT Direktur BUMN Krakatau Steel, Jokowi Gagal Kelola BUMN yang Bersih dari Korupsi dan Suap

Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online

 

  Berita Terkini
 
Prabowo: Jika Kita Difitnah, Balas dengan Budi Pekerti

Permasalahan Pertanahan di Tanah Air Harus Diselesaikan

Pengungsi Bangladesh Minta Rakyat Indonesia Bersyukur karena Indonesia Damai

Pengoplosan Gas Subsidi Sebabkan Kelangkaan Gas Elpiji

Program MRT Bukan Keberhasilan Jokowi Sendiri

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2