Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
foodpanda Facts: 10 Makanan Berbau Tajam di Dunia
JAKARTA, Berita HUKUM - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa makanan hilang rasanya ketika kamu sak

Bawaslu Launching IKP 2015, Ada 5 Provinsi Paling Rawan Politik Uang
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis hasil penelitian guna melakukan peme

Pameran Alutsista TNI AD di Kampus UBK
JAKARTA, Berita HUKUM - Di kampus Universitas Bung Karno (UBK) Jl.Kimia, Jakarta pada hari Senin (31

Krisdayanti dan Anaknya Saling Curhat di Instagram Soal Hubungan yang Renggang
JAKARTA, Berita HUKUM - KRISDAYANTI atau KD tidak menduga puteri sulungnya, Aurel curhat di Instagra

17 Pati TNI Naik Pangkat
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebanyak 17 Pati (Perwira Tinggi) TNI berdasarkan Surat Perintah Panglima TN

Tewas di Tangan Polisi, Keluaga Minta Perlindungan Hukum ke YARA
ACEH, Berita HUKUM - Keluarga anggota Din Minimi meminta bantuan perlindungan hukum pada Yayasan Adv

5 Aleg Deprov Gorontalo Bakal di PAW
GORONTALO Berita HUKUM - 5 legislator DPRD Provinsi Gorontalo bakal di diganti atau Pergantian Antar

Gerindra: Kami Tidak Terima Buruh Lokal Diacuhkan, Buruh Cina Diistimewakan!
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota komisi VI DPR-RI Fraksi Gerindra, Ir. Bambang Haryo, mengecam keras

   

  Berita Terkini >>
   
foodpanda Facts: 10 Makanan Berbau Tajam di Dunia
Bawaslu Launching IKP 2015, Ada 5 Provinsi Paling Rawan Politik Uang
Pameran Alutsista TNI AD di Kampus UBK
Krisdayanti dan Anaknya Saling Curhat di Instagram Soal Hubungan yang Renggang
17 Pati TNI Naik Pangkat
Tewas di Tangan Polisi, Keluaga Minta Perlindungan Hukum ke YARA

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Bawaslu Launching IKP 2015, Ada 5 Provinsi Paling Rawan Politik Uang
Gerindra: Kami Tidak Terima Buruh Lokal Diacuhkan, Buruh Cina Diistimewakan!
Inilah FAKTA tentang Situs ISLAM TOLERAN
Demo di Pos 9 Tanjung Priok, KP KPBI: Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani !!..
GEMURA: 'Pejuang Veteran adalah Pahlawan Sejati Bangsa'
Politisi Gerindra Kritik Kebijakan Dana Otsus Papua

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus BANSOS
Dada Rosada Bantah Perintahkan Suap Hakim Setyabudi
Saturday 01 Jun 2013 00:06:33
 
Dada Rosada Walikota Bandung sat di panggil KPK, (Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai diperiksa Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), Jumat (31/5) malam, Walikota Bandung Dada Rosada menyampaikan berapa bantahan terkait kasus dugaan suap Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2010. Termasuk dugaan bahwa dia yang menyuruh Toto Hutagalung untuk menyuap hakim Setyabudi.

"Menyuruh, enggak enggak," ujar Dada, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31/5) malam.

Saat dikonfirmasi kenapa KPK sering memanggilnya sebagai saksi, Dada mengatakan hal tersebut untuk mempercepat penyelesaian kasus suap yang sedang ia jalani ini.

"Ini dalam rangka mempermudah dan mempercepat," kata Dada.

Dada hari ini menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam lamanya oleh penyidik. Ini merupakan pemeriksaan ke lima kalinya yang dijalani dia. Namun, Dada mengaku bingung mengapa penyidik selalu memeriksanya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono (ST), Ketua Ormas Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung (TH), anak buah Toto, Asep Triana (AT).Selain mereka bertiga, KPK juga telah menetapkan tersangka terhadap Herry Nurhayat (HN), PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

Kasus itu terbongkar setelah KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan pada Jumat (22/3) lalu dimana KPK menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi wakil hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Perkembangan dari operasi OTT ini, akhirnya mengarah ke Dada, sebab dalam penangkapan KPK menemukan bukti adnya transaksi penyerahan uang suap yang berlangsung di ruangan Hakim Setyabudi. Saat itu KPK menyita uang Rp 150 juta yang merupakan uang suap kepada tersangka Hakim Setyabudi.(bhc/opn)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus BANSOS

Mantan Hakim Pengadilan Tinggi Jabar Dituntut 11 Tahun Penjara
KPK Tahan Mantan Hakim Ad Hoc Tipikor PN Bandung
Vonis 10 Tahun Penjara Dada Rosada Diwarnai Aksi Pro dan Kontra
Pengembangan Kasus Bansos Pemkot Bandung, KPK Tetapkan Lagi 2 Hakim Tersangka
KY Laporkan 6 Hakim Terkait Bansos Bandung
Hakim Suap Setyabudi di Vonis 12 Tahun Penjara
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com