Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahfud MD tokoh nasional yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) men

Pegawai KPK Gelar Aksi Tolak Pelimpahan Kasus BG ke Kejaksaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Hari Selasa (3/3) ini ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mel

Netanyahu Bukan Bermaksud Tidak Hormati Obama
WASHINGTON, Berita HUKUM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mengatakan bahwa prog

Fredrich Yunadi Siap Jadi Ketua Umum PERADI 2015-2020
JAKARTA, Berita HUKUM - Advokat atau Pengacara dianggap oleh sebagian kalangan sudah kehilangan wiba

Dansatgas Konga XXXV-A Kunjungi Dansektor Barat di Darfur
SUDAN, Berita HUKUM - Sebanyak 800 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit

Letkol Inf Endra Saputra Kusuma Pimpin Kodim 0104 Aceh Timur
ACEH, Berita HUKUM - Komandan Korem (Danrem) 001/Lilawangsa Kolonel Infantri Achmad Daniel Chardin p

Proyek Jalan Mangkrak di Bukit Pinang, Makan Korban
SAMARINDA, Berita HUKUM - Proyek jalan yang berada di daerah Kampung Pinang, Kelurahan Bukit Pinang,

BNNP Kaltim Bekuk Pengedar dan Pengguna Narkotika, 2 Pelaku Diantaranya Residivis
SAMARINDA, Berita HUKUM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali

   

  Berita Terkini >>
   
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
Pegawai KPK Gelar Aksi Tolak Pelimpahan Kasus BG ke Kejaksaan
Netanyahu Bukan Bermaksud Tidak Hormati Obama
Fredrich Yunadi Siap Jadi Ketua Umum PERADI 2015-2020
Dansatgas Konga XXXV-A Kunjungi Dansektor Barat di Darfur
Letkol Inf Endra Saputra Kusuma Pimpin Kodim 0104 Aceh Timur

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Mahfud MD Terkejut karena Drajat dan Tjatur Mundur dari PAN
Fredrich Yunadi Siap Jadi Ketua Umum PERADI 2015-2020
Komite II DPD RI Kritisi Kinerja Pemerintah Kabupaten Kota di Aceh
Zulkifli Berkicau 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...' setelah Terpilih Ketum Baru PAN
Deklarasi Angkatan Muda Demokrat Dukung SBY Ketum Demokrat Kembali
Tudingan Amien, Klarifikasi Hatta: Saya Tak Pernah Bohong

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus BANSOS
Dada Rosada Bantah Perintahkan Suap Hakim Setyabudi
Saturday 01 Jun 2013 00:06:33
 
Dada Rosada Walikota Bandung sat di panggil KPK, (Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai diperiksa Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), Jumat (31/5) malam, Walikota Bandung Dada Rosada menyampaikan berapa bantahan terkait kasus dugaan suap Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2010. Termasuk dugaan bahwa dia yang menyuruh Toto Hutagalung untuk menyuap hakim Setyabudi.

"Menyuruh, enggak enggak," ujar Dada, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31/5) malam.

Saat dikonfirmasi kenapa KPK sering memanggilnya sebagai saksi, Dada mengatakan hal tersebut untuk mempercepat penyelesaian kasus suap yang sedang ia jalani ini.

"Ini dalam rangka mempermudah dan mempercepat," kata Dada.

Dada hari ini menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam lamanya oleh penyidik. Ini merupakan pemeriksaan ke lima kalinya yang dijalani dia. Namun, Dada mengaku bingung mengapa penyidik selalu memeriksanya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Wakil Ketua PN Bandung Setyabudi Tejocahyono (ST), Ketua Ormas Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung (TH), anak buah Toto, Asep Triana (AT).Selain mereka bertiga, KPK juga telah menetapkan tersangka terhadap Herry Nurhayat (HN), PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

Kasus itu terbongkar setelah KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan pada Jumat (22/3) lalu dimana KPK menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi wakil hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Perkembangan dari operasi OTT ini, akhirnya mengarah ke Dada, sebab dalam penangkapan KPK menemukan bukti adnya transaksi penyerahan uang suap yang berlangsung di ruangan Hakim Setyabudi. Saat itu KPK menyita uang Rp 150 juta yang merupakan uang suap kepada tersangka Hakim Setyabudi.(bhc/opn)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Kasus BANSOS

Mantan Hakim Pengadilan Tinggi Jabar Dituntut 11 Tahun Penjara
KPK Tahan Mantan Hakim Ad Hoc Tipikor PN Bandung
Vonis 10 Tahun Penjara Dada Rosada Diwarnai Aksi Pro dan Kontra
Cegah Penyimpangan, Dana Bansos Patut Ditunda
Pengembangan Kasus Bansos Pemkot Bandung, KPK Tetapkan Lagi 2 Hakim Tersangka
KY Laporkan 6 Hakim Terkait Bansos Bandung
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com