Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
OTT KPK
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
2020-07-04 06:34:54
 

Bupati Kutai Timur Ismunandar bersama Istrinya Encik Ungaria sebagai Ketua DPRD Kutim.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) akhirnya menetapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Istrinya Encek UR Firgasih sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur, setelah sebelumnya KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) keduanya di Jakarta pada, Kamis (2/7).

Dalam OTT KPK tersebut bukan hanya menangkap Bupati Ismunandar, namun tim KPK juga menangkap Istrinya yakni Encik Unguria Riarinda Firgasih sebagai Ketua DPRD Kutai Timur, yang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango kepada wartawan di Jakarta pada, Kamis (2/7), Bupati Kutai Timur Ismunandar ditangkap di Jakarta, Kamis (2/7).

Nawawi menuturkan, Ismunandar ditangkap bersama istrinya serta seorang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) suatu daerah.

"Semalam kita amankan sang bupati beserta istrinya dan seorang Kepala Bappeda dari sebuah hotel di Jakarta, ujar Nawawi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/7).

Nawawi yang mantan Ketua PN Samarinda tersebut mengatakan bahwa, Ismunandar beserta istrinya dan Kepala Bappeda tersebut setelah di tangkap langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Selain menangkap Bupati Kutim beserta Istri dan Ketua Bapppeda di di sebuah restoran di FX Senayan, Jakarta dengan barabf bukti uang senilai Rp170 juta serta beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar. KPK juga menangkap sejumlah pihak lain di Kutai Timur dan Samarinda, Kalimantan Timur.

"Yang di Jakarta sudah dibawa, ada pihak lainnya kita amankan di Kutim dan Samarinda," ujar Nawawi.

Sementara Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Ismunandar ditangkap atas dugaan penyuapan terkait pengadaan barang dan jasa.

"Betul tadi malam 19.30 Wib ada giat tertangkap tangannya para pelaku korupsi berupa menerima hadiah atau janji dalam pengadaan barang dan jasa di salah satu kabupaten di wilayah Kalimantan Timur," jelas Firli.

Informasi lengkap terkait operasi tangkap tangan tersebut jelas Firli, akan disampaikan lebih lanjut setelah dilakukan pemeriksaan.

"Kami akan sampaikan semuanya setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti selesai," pungkas Firli.

Informasi yang sempat di himpun pewarta BeritaHUKUM.com, Bupati Kutai Timur, Ismunandar merupakan politikus dari Partai NasDem, ia juga sedang mengikuti proses untuk bisa kembali mencalonkan diri dan agar terpilih lagi sebagai bupati dan Pilkada 2020 mendatang, Sementara, Istri Ismunandar yakni Encek UR Firgasih tercatat sebagai anggota dan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kutim yang sukses menjadikan PPP sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Kutim hasil Pemilu 2019 lalu, sehingga menempatkan dirinya menjadi Ketua DPRD Kutim Periode 2019-2024.

Pada OTT KPK Kali ini, total yang ditangkap terkait Bupati Kutai Timur Ismunandar bersama Istrinya yang menjabat Ketua DPRD Kutim tersebut, ada sekitar 15 orang yang diamankan. 7 orang diamankan di Jakarta, 8 orang diamankan di Samarinda dan Kutim. Ke delapan orang sementara di periksa di Mapolres Samarinda.(dbs/bh/gaj)



 
   Berita Terkait > OTT KPK
 
  Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
  KPK Tangkap Anggota PDIP Nyoman Dhamantra, 'Kado Istimewa' Saat Kongres PDIP
  KPK Geledah Lima Tempat Terkait Suap Gubernur Kepri
  KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
  Gubernur Kepulauan Riau Bersama Rombongan Kena OTT KPK
 
ads1

  Berita Utama
Wakapolri Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Pelaksana II Penanganan Covid-19 dan PEN

Wahh Parah! Data Penerima Bansos Ternyata Belum Di-Update Sejak 2015

Muncul Skenario Anies-AHY 2024, Politikus Demokrat: Pasangan Yang Saling Melengkapi

Dampak Resesi Dunia, Gus Jazil: Kita Beli Produk Lokal dari UMKM

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terungkap!! Dalang Pembunuhan Warga Negara Taiwan Juga Janjikan 'Tugas Lain'

Sesalkan Jokowi Teken PP 41/2020, PKS: Bisa Gerus Independensi KPK!

Siapa Agnes Chow, Aktivis Perempuan yang Disebut 'Mulan yang Asli' dan 'Dewi Demokrasi'?

Terjerat UU Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Pinangki Terancam Hukuman Maksimal 5 Tahun Penjara

PA 212: Sebaran Baliho Habib Rizieq Bentuk Perlawanan Pada Neo PKI

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2