Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Bentrokan
Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas 8 Luka-luka dan 87 Rumah Terbakar
2019-06-07 02:36:14
 

 
BUTON, Berita HUKUM - Bentrokan yang setelah sempat kondusif, kembali terjadi bentrok antar warga Desa Gunung Jaya dan warga Desa Sampuabalo di Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6) sore, hingga terjadi pembakaran 87 rumah di Desa Gunung Jaya itu.

Akibat bentrokan tersebut, dua warga Desa Gunung Jaya tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. "Untuk sementara yang meninggal dunia itu ada dua orang, delapan yang mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit," kata Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Djufri, Kamis (6/6).

Ia menambahkan, saat ini dinas kesehatan terus memberikan pelayanan kepada korban bentrokan di Desa Sampuabalo. Dari informasi yang diperoleh, bentrokan kembali terjadi ketika warga Desa Gunung Jaya berusaha mendekati dan memasuki Desa Sampuabalo melalui jalan setapak kebun warga.

Di perjalanan, warga Desa Gunung Jaya bertemu dengan warga Desa Sampuabalo yang melakukan penjagaan, bentrokan kedua warga pun tak terelakan.

Korban luka diantaranya mengalami sabetan di tangan dan tertancap anak panah. Sementara korban meninggal dunia belum diketahui penyebabnya.

Aparat keamanan dari TNI Polri yang berada di lokasi kejadian kemudian memisahkan bentrokan tersebut . Akibat bentrokan tersebut, dua orang warga Desa Gunung Jaya tewas akibat benda tajam, dan delapan orang warga dilarikan ke puskesmas Matanauwe dan Rumah Sakit Umum Daerah Buton untuk menjalani perawatan serta 700 warga diungsikan di desa terdekat. Sebuah mobil pikap dan empat sepeda motor juga hangus.

Bentrokan yang terjadi terjadi dikabarkan gara-gara puluhan pemuda dari Desa Sampoabalo berkonvoi melewati Desa Gunung Jaya dengan menggunakan knalpot racing dan berteriak dengan kata-kata yang tidak mengenakkan. Saat melintas, pemuda Sampoabalo tersinggung dan keesokan harinya melakukan aksi pembakaran.

Massa dari Desa Sampuabalo datang ke Desa Gunung Jaya dan melakukan aksi pembakaran rumah Warga Desa Gunung Jaya dengan menggunakan bom molotov yang di lempar ke arah rumah warga.

Hingga berita ini diturunkan, situasi antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo sudah kembali kondusif. Aparat keamanan TNI-Polri melakukan penjagaan di perbatasan kedua desa tersebut.(dbs/kompas/detik/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'

Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto

 

  Berita Terkini
 
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Sekolah Kader, Program Administrasi Negara Bagi Para ASN untuk Percepatan Karir

Rapat Paripurna ke-4 DPRD Kaltim Sahkan Alat Kelengkapan Dewan

KPK OTT Kontraktor dan Pimpinan BPJN XII terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Samarinda - Bontang

DPRD Kaltim dan Mahasiswa Melakukan Dialog terkait Penolakan Revisi UU KPK

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2