Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
P3MI
Benny Rhamdani Minta Kemnaker Tindak Tegas dan Cabut Izin P3MI Pemalsu Dokumen Penempatan PMI
2022-05-20 21:44:20
 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani bersama Deputi dan jajaran saat konferensi pers ungkap pemalsuan dokumen biaya penempatan CPMI tujuan Taiwan.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang diduga melakukan pelanggaran serius tindak pidana pemalsuan dokumen biaya penempatan Calon PMI.

Hal itu disampaikan Benny menyusul adanya temuan kasus pemalsuan keabsahan dokumen legalisir surat pernyataan biaya penempatan calon PMI (CPMI) ke Taiwan yang diduga dilakukan oleh beberapa perusahaan penempatan PMI.

"Saya mohon kepada Kemnaker secara tegas memerangi kejahatan-kejahatan yang diduga dilakukan oleh pihak kemitraan tanpa ragu. Sekali lagi, untuk berani memutuskan pencabutan izin," pinta Benny, saat konferensi pers di Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, Kamis (19/5).

Benny pun meminta Kemnaker tidak hanya memberikan sanksi pembekuan selama 3 bulan terhadap P3MI yang terbukti berulang melakukan pelanggaran-pelanggaran serius.

"Jadi jangan lagi hanya sekedar sanksi 3 bulan," ujarnya.

Bahkan Benny berharap kedepan ada regulasi dari pemerintah untuk melakukan blacklist pada orang-orang yang tergabung dalam perusahaan P3MI nakal yang dicabut izin operasinya.

Hal ini dikarenakan orang-orang yang tergabung dalam P3MI itu dapat kembali membuat perusahaan yang baru.

"Sanksi tegas (diharapkan) bukan (hanya) kepada perusahaan, tapi nama-nama orang yang ada di dalam perusahaan itu juga di blacklist," cetusnya.

Sebelumnya Benny Rhamdani menyampaikan adanya temuan praktik pemalsuan keabsahan dokumen legalisir atau cap stempel UPT BP2MI terkait surat pernyataan biaya penempatan calon PMI (CPMI) ke Taiwan.

Disebutkan Benny, dugaan praktik pemalsuan tersebut diantaranya ditemukan di wilayah UPT BP2MI Serang, Jakarta, dan Bandung.

Praktik tersebut, lanjut Benny, terungkap setelah pihaknya menerima surat dari Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (Taipei Economic and Trade Office/TETO) perihal keaslian stempel beberapa UPT BP2MI yang digunakan pada dokumen legalisir biaya penempatan CPMI ke Taiwan.

Mantan senator DPD RI 2 periode ini menduga praktik menggunakan cap palsu dan tanda tangan itu dilakukan untuk mempermudah proses pengajuan visa untuk CPMI yang akan bekerja di Taiwan.

Selanjutnya Benny juga mengatakan, pihaknya akan berkirim surat kepada TETO untuk melakukan penolakan terhadap pengajuan visa dengan dokumen bodong dan pembatalan terhadap visa yang telah terlanjur dikeluarkan.

"BP2MI juga akan mengambil langkah berkirim surat kepada TETO untuk melakukan penolakan terhadap pengajuan visa dengan dokumen bodong dan pembatalan terhadap visa yang telah terlanjur dikeluarkan," pungkas Benny.

Selain itu Benny menuturkan, beberapa barang bukti cap palsu telah diamankan dan beberapa pelaku pemalsuan telah teridentifikasi.

"BP2MI telah melaporkan pemalsuan tersebut ke pihak kepolisian," tandasnya.(bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Polda Metro Jaya - Bea dan Cukai Bandara Soetta Gagalkan Ekspor Biji Kokain Kemasan Boneka Jari

Biaya Kereta Cepat Membengkak, Wakil Ketua MPR: Saatnya Evaluasi Proyek-proyek Mercusuar

Cokok Tersangka Korupsi Krakatau Steel, Pengamat Yakin Jaksa Agung Sapu Bersih Koruptor BUMN

30 Tersangka Kasus Mafia Tanah Berhasil Ditangkap, Kapolda Metro Ungkap Modus Operandi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Amien Rais: Partai UMMAT Siap Jadi Peserta Pemilu 2024

Hendardi Sebut Kapolri Lulus Ujian Terberat atas Penetapan Ferdy Sambo sebagai Tersangka Utama Kasus Brigadir J

Kapolri Umumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai Tersangka 'Aktor Utama' Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J

Tiga Kali Presiden Jokowi Tegas Ingatkan Polri Jangan Ragu Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Hubungan China dan Taiwan Tak Kondusif, Legislator Minta Pemerintah Lindungi WNI di Taiwan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2