Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19
2020-05-30 05:58:32
 

Sebelumnya, sekolah-sekolah di Korea Selatan sudah dibuka kembali dengan tatanan baru, termasuk pengecekan suhu tubuh di sekolah.(Foto: YONHAP/EPA)
 

KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Ratusan sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup hanya beberapa hari setelah dibuka kembali, karena ada lonjakan kasus virus corona.

Pada Rabu (27/5), lebih dari 800 sekolah kembali dibuka dan pemerintah meminta perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan.

Namun hanya sehari kemudian, ada 79 kasus baru Covid-19, penambahan harian terbesar dalam dua bulan.

Dilaporkan kasus-kasus baru tersebut antara lain terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.


 


Ruang kelas di Korea SelatanHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionRuang kelas di Korea Selatan kembali sepi, tanpa murid setelah pemerintah memutuskan sekolah harus ditutup lagi.

Sekarang, pihak berwenang meminta warga untuk menghindari kerumunan, sementara taman dan museum ditutup.

Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Stasiun keretaHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionStasiun kereta di Korea Selatan dibersihkan untuk menekan wabah Covid-19.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja.

Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Ketakutan akan infeksi telah memaksa 251 sekolah di Bucheon tutup lagi setelah dibuka kembali, sementara ratusan lainnya menunda pembukaan kembali sekolah.

Pupils at a school in Chuncheon, South Korea. Photo: May 2020Hak atas fotoEPA

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Tidak pernah ada karantina wilayah di Korea Selatan - sebaliknya negara ini mengandalkan pelacakan agresif dan langkah-langkah pengujian.

Sebagian besar dari langkah pembatasan sosial di negara ini besifat sukarela, namun pesan yang disampaikan kepada publik tentang langkah itu sangat emosional.

Pesannya adalah mematuhi langkah-langkah ini agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dan menghentikan gangguan pada pendidikan mereka.

Permohonan itu berhasil di masa lalu. Pejabat kesehatan berharap itu berfungsi sekali lagi.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang

Operasi Halilintar 2020 Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!

Ditlantas Polda Metro Gratiskan Biaya Buat SIM 214 Petugas Medis Wisma Atlet Kemayoran

Ketua Fraksi PKS Harap Kemarahan Presiden Ada Tindak Lanjutnya

Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba

Capai Miliaran PT EKI Keluhkan Belum Menerima Pembayaran Lelang APD COVID-19

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2