Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta, BoyBand asal

Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
SINGAPURA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, pemerintah ingin serius menyeles

Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier
MAGELANG, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bertindak selaku Inspektur Upacar

Pembeli Biji Ganja Online Ditangkap dan Direhabilitasi
JAKARTA, Berita HUKUM - Penjualan Narkoba melalui situs online kian merebak, tidak hanya dalam skala

Polda Metro Raih Penghargaan Ungkap Peredaran Narkoba Terbesar
JAKARTA, Berita HUKUM - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meraih penghargaan dari

Pabrik Palsu Apple 'Tertangkap di Cina'
CINA, Berita HUKUM - Aparat keamanan menemukan sebuah pabrik yang telah memproduksi hingga 41.000 po

Vladimir Putin: Sepp Blatter Layak Dapatkan Hadiah Nobel
RUSIA, Berita HUKUM - Berbulan-bulan presiden FIFA Sepp Blater menjadi bulan-bulanan kecaman dan olo

LHKPN untuk Memilih Kepala Daerah yang Jujur
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja mengatakan,

   

  Berita Terkini >>
   
Konser BIGBANG 2015 World Tour [MADE] in Jakarta di Gelar 1 Agustus 2015
Presiden Jokowi akan Buka Kantor Khusus untuk Kembangkan Batam, Bintan, dan Karimun
Panglima TNI Lantik 117 Perwira Prajurit Karier
Pembeli Biji Ganja Online Ditangkap dan Direhabilitasi
Polda Metro Raih Penghargaan Ungkap Peredaran Narkoba Terbesar
Pabrik Palsu Apple 'Tertangkap di Cina'

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Laba BTN Meningkat Tajam 54,25% Semester I 2015
Diduga Korupsi Dana BLUD Puluhan Milyar, Kepala RSUD Labuang Baji Makassar Diperiksa Kejaksaan
DPR Apresiasi MOPD Tanpa Kekerasan
Praperadilan Dahlan Iskan Hari Ini di Gelar di PN Jaksel
KPK Harus Jadi Petarung
PT Taspen Gandeng Bank Mantap Siap Bayarkan THT dan Pembayaran Pensiun

SPONSOR & PARTNERS



















Kriminal    
 
Samarinda
Balai BPOM Samarinda Bongkar Gudang Jamu Ilegal, Sita Puluhan Ribu Botol Jamu
Saturday 16 Feb 2013 09:37:13
 
Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Kota Samarinda, Cristine Panjaitan saat menjawab pertanyaan para wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Beredarnya jamu yang menggunakan bahan kimia obat yang berbahaya untuk kesehatan bagi pengguna di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) membuat jajaran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Samarinda beserta Polresta Samarinda, bergerak cepat. Hasilnya Selasa (12/2) sekitar pukul 09:00 Wita yang lalu membongkar gudang penyimpanan jamu ilegal yang berkedok rumah tinggal terletak di Jl. Sultan Sulaiman RT. 11 Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan kota Samarinda.

Dari hasil penggerebekan yang dilakukan jajaran BBPOM dan Reskrim Polres Samarinda, menemukan seorang yang inisial Ad (31) mengaku sebagai penjaga. Ketika Ad diminta membuka salah satu ruang berukuran sekitar 6 x 7 meter ditemukan ribuan kardus jamu ilegal Cap Tawon Klanceng khusus pegal linu dan Cap Putri Sakti untuk pelangsing badan pria dan wanita.

Menurut Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Kota Samarinda Cristine Panjaitan, penggerebekan setelah menerima laporan ada beberapa orang pengguna jamu tersebut menderita sakit ginjal dan saluran kencing, mendapati Ad yang mengaku sebagai penjaga, setelah kami meminta legalitasnya yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkan. Jamu tersebut didatangkan dari Banyuwangi Jawa Timur, ujar Cristine.

Cristine juga menambahkan dari hasil pemeriksaan dengan jajaran Reskrim Polres Samarinda, petugas menyita 906 kardus berisikan 10.872 ribu botol jamu, "Setelah kami minta legalitasnya Ad tidak bisa menunjukkan, kami melakukan pemeriksaan dan akhirnya kami sita 906 kardus berisi 10.872 botol jamu," jelas Cristine.

Dikatakan Cristine Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Kota Samarinda, pengungkapan ini berkat pengaduan masyarakat, warga itu mengkonsumsi jamu tersebut selama tiga minggu berturut-turut. Belakangan malah menderita penyakit batu ginjal di saluran kemih atau dalam bahasa medisnya disebut Kalkulus Uriner, tutur Cristine.

"Berdasarkan sakit yang diderita pengguna dan melakukan pengaduan, BBPOM kemudian melakukan pengujian dan diketahui, jamu tersebut mengandung bahan kimia obat yakni Dexamethason dan Fenilbutason," ungkap Cristine.

Selain mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh, petugas juga menyangsikan nomor registrasi BBPOM yang tertera pada botol dan kardus yakni POM TR 043 634 361. Nomor registrasi ini disebut nomor fiktif alias tidak terdaftar di BBPOM Banyuwangi, pelaku tidak ditahan, namun dijerat dengan Undang-Undang Pasal 197 jo Pasal 106, pungkas Cristine.(bhc/gaj)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Samarinda

Siswadi Kecewa dengan Rekannya, Usai Razia Ladies dan Miras Dibawa ke Kantor Dewan
Ali, Bocah 9 Tahun Meninggal Terseret Arus Banjir di Samarinda
Pria Gangguan Jiwa Mengamuk Hingga Tewaskan 3 Orang dan 8 Lainnya Luka-Luka di Samarinda
BNNP Kaltim Kini Gencar Razia Pengguna Narkoba di Tempat Hiburan Malam
Hakim Minta JPU Usut Tuntas Keterlibatan Saksi Didi dalam Pembebasan Lahan Pelabuhan Sangatta
Acara Pelantikan Pengurus Kerukunan Keluarga Wilayah Witihama Meriah di Samarinda
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com