Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Haji
BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
2017-11-22 08:34:06
 

Komisi VIII DPR RI RDP dengan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPKH.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diharapakan mampu menginvestasikan keuangan haji untuk kepentingan jamaah haji Indonesia. Investasi itu bisa berupa pembelian pesawat khusus haji dan hotel jamaah haji Indonesia di Mekkah atau Madinah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Achmad saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Dewan Pengawas BPKH dan BPKH sendiri di DPR, Selasa (21/11).

"Di pundak BPKH inilah uang kurang lebih Rp 103 triliun dikelola. Dianjurkan anggaran itu dikembangkan sedemikian rupa, sehingga ada penguatan di bidang ibadah haji. Syukur kalau kita punya hotel sendiri di Mekkah atau Madinah. Bahkan punya pesawat sendiri," katanya.

Pengelolaan keuangan haji pada 2018 harus lebih maju, sehingga kualitas ibadah haji pun menjadi semakin baik. Saat ini aset keuangan haji belum sepenuhnya diserahkan ke BPKH dari Kementerian Agama. Diharapkan akhir 2017, sudah diserahkan seluruhnya. Saat ini BPKH masih menjalankan masa-masa transisi. Namun, BPKH sendiri sudah punya anggaran transisi sebesar Rp 25 miliar untuk menjalankan program-program sementara.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu di hadapan rapat menyatakan, bila aset keuangan haji sudah diserahkan 100 persen, maka badan yang dipimpinnya segera melakukan investasi. Namun, bila penyerahan aset tersebut mengalami keterlambatan maka akan ada kefakuman anggaran. "Kami mengusulkan adanya uang muka untuk melaksanakan program 2018 meskipun ada pengunduran pengalihan aset keuangan haji," usul Anggito.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi menilai, apa yang dilakukan BPKH sejauh ini sudah on track. Pemantauan dilakukan sejak 2017. Mengomentari kemungkinan adanya keterlambatan penyerahan aset, Yuslam mengatakan, BPKH perlu mengusulkan banyak hal untuk antisipasi. Pada 2018 nanti BPKH harus menginvestasikan dananya minimal 5 persen.(mh/sc/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Haji
 
  DPR Sesalkan Lambatnya Pemerintah Antisipasi Kenaikan Ongkos Haji
  Pemerintah Indonesia Mengusulkan BPIH 2018 Naik 2,58 Persen
  BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
  Menag dan Timwas DPR Gelar Rakor Bahas Persiapan Puncak Haji
  Indosat Ooredoo Luncurkan iMabrur, Aplikasi yang Beri Kenyamanan Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah Anda
 
ads

  Berita Utama
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang

Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak

Polres Jakbar Menangkap Kawanan Perampok Bersenpi, 1 Orang Begal Tewas

Yusril Mengajukan Gugatan ke Bawaslu dan Berencana Pidanakan Komisioner KPU

 

  Berita Terkini
 
DPR akan Gelar Rapim Bahas Sikap Presiden Tolak Tanda Tangan UU MD3

Yusril Ihza Mahendra Klarifikasi Tulisan Hoax yang Pernah Viral

Kapolda Metro Jaya Memberikan Penghargaan 7 Anggota Polisi Berprestasi

HUT Kedua DETAKKaltim Gelar Talk Show Bersama Kajati Kaltim

Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2