Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Anak
Autisme Anak Bukan Penyakit Kejiwaan, Mereka Terlahir Istimewa
2019-10-28 15:18:45
 

Para penyintas autisme bersama pendamping orang tua saat berfoto di depan lokomotif Kereta Api di Museum Transportasi TMII, Minggu (27/10).(Foto: BH /na)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setiap anak terlahir dengan ciri khas dan kelebihannya masing-masing. Akan tetapi tidak semua kelebihan yang dimiliki anak dapat diterima oleh orang pada umumnya. Seperti anak dengan gangguan spektrum autistik (ASD: Autistic Spectrum Disorder) atau penyintas autisme. Mereka memang terlahir istimewa. Kebanyakan dari anak-anak ASD memiliki intelegensia diatas rata-rata, namun memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan dunia luar.

"Penyebab autisme adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi fungsi otak, sehingga anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif dan wajar," jelas Nadin, Guru Homeschooling ASD, saat ditemui pewarta BeritaHUKUM.com dalam acara Fun Trip bersama ASD di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (27/10).

Autisme bukan penyakit menular maupun kejiwaan, sambung Nadin menjelaskan. Mereka hanya mengalami gangguan dalam perkembangan yang sangat kompleks. Secara fisik, anak ASD relatif sama dengan anak-anak pada umumnya. Bedanya, mereka tidak memiliki kontak mata atau tatapan yang fokus.

"Coba perhatikan tatapan mata mereka, anak ASD tidak memiliki kontak mata yang normal. Mereka cenderung distraction. Oleh karenanya, saat jalan-jalan seperti ini mereka butuh pendamping seperti orang tua", jelas Nadin.

Berdasarkan pantauan pewarta, semua peserta Fun Trip yang hadir memang didampingi oleh orangtuanya masing-masing. Awalnya mereka terlihat antusias mendengarkan tour guide yang sedang menjelaskan tentang jenis-jenis moda transportasi yang ada di dalam Museum Transportasi TMII, namun selang beberapa menit, fokus mereka sudah berubah. Sehingga, orang tua yang mendampingi pun terus mengarahkan dan membuat mereka merasa nyaman kembali.

Kegiatan Fun Trip bersama ASD ini, awal mulanya digagas oleh Muhammad Azzam Satriawan (14). Penyintas ASD yang juga seorang YouTuber ini, memiliki ketertarikan dengan moda transportasi Kereta Api. Ia kerapkali mengunggah video terkait perjalanannya menggunakan kereta api ke YouTube channel miliknya.

"Video-video yang diunggah Azzam, menarik perhatian teman-temannya. Sehingga Azzam berinisiatif mengajak teman-temannya untuk jalan-jalan mengenal kereta api di museum," ungkap Ibunda Azzam, Melani.

Menurut Melani, anaknya memiliki perbedaan dengan gangguan spektrum autisme lainnya. Azzam tergolong Sindrom Asperger. Jika pada penderita autistik terjadi kemunduran kecerdasan (kognitif) dan penguasaan bahasa. Sedangkan pada sindrom Asperger, mereka cerdas dan mahir dalam bahasa, namun masih tampak canggung saat berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang-orang baru disekitarnya.

"Saat ini Azzam sudah terlihat jelas passionnya. Ia tertarik ke bahasa dan perkeretaapian. Untuk studinya, ia berangkat sendiri ke PKBM, selebihnya kursus bahasa Inggris dan Jurnalistik di rumah saja. Nanti, mulai bulan depan akan les bahas Jerman, kebetulan Azzam dapat beasiswa," kata Melani.

Dengan diadakannya kegiatan Fun Trip bersama ASD, diharapkan masyarakat dapat menyaksikan sendiri bahwa individu autistik adalah bagian dari kita. Sebagian rata-rata dari mereka memiliki tingkat intelektual atau IQ diatas rata-rata.

Selain itu juga bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif tentang individu autisme yang selama ini berkembang di masyarakat. Menerima dan menyayangi mereka dengan baik, akan membuat penyintas autisme semakin berkembang dan meraih kesuksesan.(bh/na)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

Gugus Tugas Covid-19: Penyemprotan Cairan Disinfektan Tidak Dianjurkan dengan Cara 'Fogging'

Pemerintah Harus Melarang Mudik dan Menerapkan Karantina Wilayah

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kementerian BUMN Berikan Bantuan APD Covid-19 ke RSU Adhyaksa

Gubernur Anies Imbau RT/RW dan PKK Aktif Mendata Serta Sosialisasi Warga dengan Risiko Tinggi Tertular COVID-19

PSSB Langsung Darurat Sipil, Ubedilah Badrun: Presiden Jokowi Bisa Langgar Konstitusi

Tidak Sepakat Kebijakan Pemerintah, Saleh Daulay: Yang Darurat Itu Kesehatan Masyarakat!

'Lockdown' di India Berubah Menjadi Tragedi Kemanusiaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2