Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Penipuan
Advokat Hartono Tanuwidjaja Adakan Sayambara untuk Seorang DPO Dalton Tanonaka Senilai Rp 50 Juta
2020-09-08 01:46:24
 

Paspor Dalton Tanonaka (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pasca tertangkapnya mantan dirut Trans Jakarta, advokat senior Hartono Tanuwidjaja merasa kecewa, karena Kejaksaan belum jua bisa mengeksekusi terpidana tiga tahun penjara, Dalton Ichiro Tanonaka, yang telah dua tahun lebih menjadi Buronan atau DPO berdasarkan putusan kasasi No: 761/K/PID/2008 tertanggal 14 Oktober 2018 lalu.

Oleh karena itulah Hartono pun membuat sayambara dengan hadiah Rp.50 juta untuk kepala seorang Dalton. Karena Ia menduga jejak Dalton ini disengaja atau pura-pura dihilangkan.

"Bonus hadiah untuk satu kepala Dalton Tanonaka Rp. 50 juta + bonus hadiah Rp.5 juta bagi orang pertama yang mengirimkan foto penangkapan dan penahanannya kepada Hartono Tanuwidjaja," ujarnya kepada pewarta Beritahukan.com di kantornya, Jakarta, pada Senin (7/9).

Menurut Hartono, Dalton Tanonaka itu WN USA, punya paspor, Visa dan kitas terbatas ,serta punya Kartu POA, (Pengawasan Orang Asing), tapi kenapa jejaknya tidak terlacak juga. Padahal, buronan WNI yang kabur ke luar Negeri bisa dicari dan ditangkap, tapi kenapa WNA yang kabur di dalam negeri Indonesia sendiri, tidak bisa dicari dan ditangkap?

Ironisnya lagi, saat ini Kejaksaan telah memiliki alat sadap yang canggih dan punya program Tangkap Buronan (Tabur). Tetapi kenapa seorang Dalton belum jua bisa di eksekusi oleh Jaksa. Padahal menurut beberapa informasi, ada yang telah melihat Dalton masih berkeliaran dan beraktivitas di Indonesia.

Menurut Hartono Dalton menjadi Buronan atau DPO berdasarkan putusan kasasi No: 761/K/PID/2008 Tanggal 14 Oktober 2018. Karena telah melakukan penipuan dan penggelapan, terhadap kliennya, yang berinisial HPR senilai USD 500 ribu atau sekitar Rp 6,5 miliar.

Mirisnya, walaupun telah berganti pucuk pimpinan di Kejaksaan Agung maupun Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, namun Dalton belum juga dapat di eksekusi. Padahal nama Dalton Tanonaka sudah masuk dalam list target operasi tim Tabur Kejaksaan

Terkait hal itu, Hartono menduga ada praktik lancung dibalik belum tertangkapnya Dalton Ichiro Tanonaka. "Kami menduga ada praktik tidak terpuji dibalik semua ini. Sehingga klien kami sangat dirugikan akibat ulah Dalton," pungkasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Penipuan
 
  Siber Polri Tangkap 4 Penipu Online Putra Bungsu Presiden Jokowi
  Komplotan Penipu Ditangkap Polda Metro Jaya, Polisi: Tersangka AW Ngaku Dirut
  Vonis Hakim Membebaskan Robianto Idup Karena Ada Perjanjian
  Advokat Hartono Tanuwidjaja Adakan Sayambara untuk Seorang DPO Dalton Tanonaka Senilai Rp 50 Juta
  Bareskrim Polri Sita Barang Bukti Rp 56,8 Miliar Hasil Penipuan dan TPPU Sindikat Internasional
 
ads1

  Berita Utama
Anggota Baleg FPKS Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Substansi UU Cipta Kerja

Demo Ciptaker, BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI

Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Diberi Raport Merah, Jokowi Mesti Evaluasi

Penasehat Hukum Minta Djoko Tjandra Dibebaskan Demi Hukum, karena Surat Dakwaan JPU 'Error in Persona'

Mardani Kasih Rapot Merah Terhadap Satu Tahun Jokowi-Amin

Pimpinan MPR ke TNI: Waspadai Ancaman terhadap Ideologi Bangsa

Setahun Pemerintahan Jokowi, Legislator Nilai Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2