Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Amien Rais
Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?
2019-05-26 20:47:14
 

Prof Dr H Muhammad Amien Rais, Tokoh utama reformasi Indonesia.(Foto: Istimewa)
 
Oleh: Nasrudin Joha

SAYA TIDAK tahu, bagaimana heroiknya Prof Amin Rais berorasi saat reformasi. Saya hanya mampu mengindera melalui layar kaca, bagaimana gagahnya beliau memimpin perlawanan politik terhadap Rezim Orde Baru.

Saat itu, semua membela dan memberi dukungan kepada beliau. Bahkan kemudian, beliau digelari sebagai Bapak Reformasi.

Setelah dua puluh tahun berlalu sejak reformasi, saya berkesempatan langsung menyimak orasi beliau. Meski dengan suara parau, rasa menggugah dan menyemangati itu tetap lekat pada setiap unggahan kata-katanya. Bahkan, orasi beliau sering disisipi taushiyah agama dan petikan ayat-ayat Al Qur'an.

Berdirinya beliau berorasi menentang rezim Jokowi, jelas lebih murni dan ikhlas ketimbang saat reformasi. Saat itu, syahwat kekuasaan masih kental mewarnai setiap ujaran agitasi. Beliau, bahkan sempat mencalonkan diri sebagai capres ketika memimpin PAN pasca Reformasi.

Kali ini, nampak di raut wajah dan tubuh yang terlihat ringkih itu, ungkapan suara hati yang benar-benar menyuarakan pembelaan terhadap umat. Tidak ada lagi tersisa -meski hanya setitik- keinginan dan syahwat atas kekuasaan.

Wajah tua sang kakek itu terlihat tulus, ikhlas, menyampaikan aspirasi untuk membela umat, bukan yang lain. Beliau, tidak lagi dalam kapasitas capres, caleg, pejabat negara, politisi partai, tetapi lebih terlihat murni mewakili aspirasi umat.

Namun, saat ini beliau terlihat sendirian, beliau menjadi 'yatim'. Tak terlihat kader atau satgas PAN menemani, Kokam atau Tapak Suci yang melindungi. Berdiri disamping beliau.

Bahkan, persyarikatan pun lebih mengambil pilihan aman dari kezaliman rezim ketimbang berdiri kokoh disamping beliau. Beliau, nampak sendirian, menjadi yatim.

Perlahan, satu Persatu kader persyarikatan di kerjai rezim. Setelah persyarikatan mengambil opsi Damai, mengambil pilihan diam atas sejumlah kezaliman rezim.

Dahnil dihantam kasus dana kemenpora, belum lama ini Mustofa diciduk dengan UU ITE, sementara Pak Amin, sang kakek ini terus diburu dengan pasal makar. Bapak reformasi ini seolah tidak pernah punya jasa untuk negeri ini, sampai gelar profesor beliau dipersoalkan almamaternya.

Namun, saya mencoba Menelisik lebih dalam, menyingkap fakta hakiki dibalik apa yang terindera. Dibalik 'yatimnya' beliau secara politik, justru ketulusan akan perjuangan membela umat itu auranya lebih kontras, ketimbang saat beliau berorasi menumbangkan rezim orde baru.

Selamat berjuang Prof Amin Rais, tidak banyak yang berani dan ikhlas melawan kezaliman rezim, apalagi disaat usia semakin senja. Kami telah melihat, ridlo Allah SWT lebih engkau sukai ketimbang berdamai dengan rezim bengis ini.

Ya Allah, lindungi beliau, berikan kebaikan kepada beliau, utuslah pasukan dari malaikat untuk melindungi beliau. Biarlah beliau 'yatim' secara politik, tetapi mohon untuk tetap mengasuh beliau, dalam setiap perjuangan beliau, melalui bala tentara malaikatMu.

Prof Amin Rais, lanjutkan perjuangan. Sungguh kehidupan yang nyata adalah surga Allah kelak di akherat. Sementara kehidupan dunia, hanyalah senda gurau belaka.

Penulis adalah wartawan senior Indonesia.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Amien Rais
 
  Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?
  Amien Rais Bersyukur Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo Dihadiri Puluhan Ribu Massa
  Buku Amien Rais, Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral
  Fahri Hamzah: Kelompok Penyerang Amien Rais Bargaining dengan Penguasa
  Amien Rais: Ikan Busuk dari Kepala, Negara Rusak dari Presiden
 
ads

  Berita Utama
BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

 

  Berita Terkini
 
Jepang dan Indonesia Jalin MoC di Bidang Ketenagakerjaan

Ternyata, Jokowi Pernah Teken PP Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama dengan BUMN

MK akan Percepat Putusan Sengketa Pilpres Menjadi Kamis 27 Juni

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

BW Sindir Mafhud MD Soal Masalah NIK dan DPT Pilpres 2019

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2